Menurut Ketua TPS3R Jalibar Berseri Desa Oro-Oro Ombo Titik Setyowati, sampah yang masuk ke TPS3R mengalami peningkatan sejak akhir tahun hingga akhir Januari 2023 ini. “Rata-rata jumlah sampah yang masuk ke TPS3R sebanyak 1 ton per hari. Namun, akhir-akhir ini ada kenaikan 2 kali lipat yaitu tembus 2,5 hingga 3 ton per harinya,” jelasnya.
Titik mengatakan, yang biasanya satu kali pengangkutan untuk dikirim ke TPA Tlekung kini menjadi 2 kali pengangkutan pikap. “Sekarang sampah di TPS3R terus meningkat Mbak, karena tempat wisata kan membeludak. Efeknya, petugas TPS3R sampai kewalahan,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Batu, kemarin (25/1).
Saat ditanya asal akumulasi sampah, Titik menjelaskan, sampah yang terkumpul biasanya dari Lippo Plaza Batu, Hotel, vila atau homestay, Rest Area Jalibar, dan masyarakat. Jika ditotal ada 230 titik asal sampah.
“Sebenarnya, sampah dari masyarakat sekitar Desa Oro-Oro Ombo ini tidak banyak. Yang paling banyak itu mal yakni mencapai 4,5 kuintal. Sedangkan, jika sampah vila sekitar 50 kilogram,” paparnya. “Tapi, saat akhir tahun baru sampah dari Lippo Plaza Batu tembus 1 ton. Sedangkan, saat lmlek lalu juga ada penambahan sampah,” sambungnya lagi.
Menurutnya, sampah dari hotel dan mal beratnya banyak karena ternyata banyak kandungan airnya.(ifa/lid) Editor : Mardi Sampurno