Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tanjakan Klemuk Sering Makan Korban, Ini Jumlah Kecelakaan di Batu

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 7 Februari 2023 | 02:00 WIB
BAHAYA : Jalur tembusan Kota Batu dan Kabupaten Malang, jurang Klemuk acapkali membahayakan pengendara. (Afifah/Radar Malang)
BAHAYA : Jalur tembusan Kota Batu dan Kabupaten Malang, jurang Klemuk acapkali membahayakan pengendara. (Afifah/Radar Malang)
 

BATU KOTA - Jalanan curam berupa tanjakan hingga turunan di Kota Batu sering memakan korban. Seperti halnya di Bukit Klemuk, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Area ini kerap kali dikeluhkan masyarakat karena rem kendaraan bermotor sering blong. Padahal, jalan tersebut cukup ramai karena merupakan jalur Kota Batu menuju Pujon, Kabupaten Malang.

Menurut salah satu warga di sekitar wilayah Klemuk, Teguh, masyarakat sering mengeluhkan adanya rem blong tiba-tiba saat melaju dari atas hingga pertigaan Klemuk.

Jadi, rem blong ini rata-rata dialami oleh pengendara roda dua.

"Memang benar Mbak. Di sini sudah banyak korbannya. Ada yang sampai meninggal. Tapi, banyak juga korban luka-luka tapi tidak viral atau terekspos media," ujarnya.

Menurut dia, jalur Klemuk ini cukup ramai karena rata-rata saat wisatawan ingin ke Paralayang atau Pujon dan sebagainya pasti diarahkan maps melalui jalur ini.
Baca Juga : Payung Longsor, Polres Batu Setop Kendaraan Lewat Jalur Klemuk.

"Ya, gimana lagi. Masyarakat di sini sampai bosan dengan wacana pembangunan jalur darurat," kata Teguh.

Sebagai informasi, masyarakat sekitar Klemuk, Kelurahan Songgokerto ini sepakat dan menginginkan adanya jalur darurat. Yaitu, semacam area khusus pembuangan ketika ada kendaraan yang mengalami rem blong.

Akan tetapi, pembangunan jalur darurat ini seolah hanya wacana sejak tahun 2010-an yang tak kunjung ada bukti nyata.

Teguh menambahkan, jika dibangun sebuah jalur darurat, maka Pemerintah Kota Batu pastinya harus berkoordinasi dengan Perhutani. Pasalnya, daerah Klemuk ini berbatasan dengan hutan alam wewenang Perhutani.

"Seingat saya dulu pernah ada pemasangan patok untuk pembangunan darurat. Lah, tapi kok hanya dipatoki tapi tidak ada realisasi," tegasnya.

"Apa nunggu ada banyak korban baru dimulai pembangunan," sahutnya lagi. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



Di sisi lain, Kasatlantas Polres Kota Batu AKP Lya Ambarwati SIK mengatakan, kondisi jalan di Kota Batu yang berupa tanjakan, turunan, dan kelokan memang dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

"Masyarakat pengguna jalan atau wisatawan tidak disarankan melewati Klemuk karena kondisi jalan yang naik-turun curam," ungkapnya.

Lya menyebut, laka lantas ini dapat terjadi karena kurangnya kehati-hatian pengendara.

Contohnya, sudah tidak mengetahui medannya, kemudian pengendara melaju dengan kecepatan tinggi bahkan ugal-ugalan saat membawa kendaraan.

Sebagai antisipasi, lanjut dia, sebenarnya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu sudah memasang rambu imbauan agar para pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas.

"Kalau terkait pembangunan jalur darurat pada intinya memerlukan keterlibatan semua stakeholder. Perlu ada kajian yaitu dengan melibatkan cendekiawan," terangnya.
Baca Juga : Rp 289 Miliar untuk Perbaikan Jalan.

Sementara itu, kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kota Batu pada Januari 2023 mencapai angka 23 kejadian.

Bila dibandingkan dengan bulan yang sama dengan tahun 2022 terjadi sedikit peningkatan. Selisihnya hanya satu kejadian.

Sebanyak 23 kejadian tersebut, mengakibatkan 26 korban mengalami luka ringan dan 2 orang menjadi korban jiwa.

“Jika dibandingkan dengan bulan Januari tahun lalu angka kecelakaan menurun,” katanya.

Pada periode Januari tahun 2022 terjadi 22 kejadian laka lantas. Dari kejadian tersebut sekitar 27 orang mengalami luka ringan dan sekitar 7 orang meregang nyawa.

Menurutnya kecelakaan di biasanya terjadi di jam-jam beraktivitas yakni dari pukul 07.00 hingga 18.00. Dan kebanyakan justru terjadi pada di hari-hari biasanya. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



“Kalau weekend itu justru jarang, karena kan mungkin ramai terus kendaraan jalannya pelan.

Ia juga mengungkapkan biasanya yang paling banyak adalah kecelakaan tunggal.

Untuk titik rawan atau blackspot di Kota Batu sendiri ada dua lokasi. Dan biasanya kejadian di jalan lurus lebih banyak.

Yang pertama adalah Jalan Abdul Gani dan Jalan Ir Soekarno. Sehingga masyarakat  harus selalu berhati-hati ketika berkendara di jalan.

Menurutnya banyaknya laka lantas di jalan tersebut adalah dipengaruhi oleh banyaknya volume kendaraan. (ifa/iza/lid)
Data Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Batu.

Januari 2022

Januari 2023
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
##jalurklemuk #radarmalang ##kecelakaandikotabatu ##jawaposradarmalang #kotabatu #kecelakaan