Karena hasilnya sangat menjanjikan. Beternak domba dengan jenis unggulan diyakini lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan memelihara kambing atau pun domba lokal.
Salah satu seseorang yang telah membuktikannya adalah Ari Agung, warga Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo itu berhasil meraih omzet sekitar Rp 20 juta per bulan dengan menjual bibit-bibit peranakan dombanya.
Kebanyakan ia memelihara domba jenis Merino dan Texel. Awalnya ia memulai dengan 12 ekor domba hingga berkembang sebanyak 20 ekor.
|Baca Juga :
Vakisnasi Jalan Terus kendati Kematian Akibat PMK Kambing-Domba Rendah
“Untuk anakannya umur sekitar 4 bulan untuk jenis Merino dijual dengan harga Rp 3 juta dan jenis Texel sekitar Rp 2.5 juta,” ujarnya.
Dengan harga tersebut, tentu sudah terlihat jelas perbedaan keuntungannya jika dibandingkan dengan kambing anakan untuk konsumsi dengan umur yang sama. (Bersambung di halaman selanjutnya)
Contohnya jenis kambing Jawa Randu, umur empat bulan itu harganya kisaran Rp 800.000-1.000.000.
Menurut ari, dari sisi perawatan domba unggulan juga lebih tangguh. Beberapa penyakit yang ada di kambing juga sangat jarang ia temui pada ternak domba.
Selain itu, proses reproduksi domba pun juga dinilai lebih efektif. “Kalau kambing kan kadang perlu dikawinkan, nah kalau domba ini bisa kawin sendiri,” tambahnya.
Di dalam kandang berukuran 6x2 meter itu, ia isi sepuluh domba dengan 2 pejantan. ”Sebenarnya 20 betina untuk satu pejantan juga bisa,” imbuhnya.
Keuntungan lainnya adalah domba tidak terlalu bau kambing dan material kandang yang lebih sedikit dari kandang kambing.
|Baca Juga :
Vaksin PMK Sasar Kambing dan Domba
Pada kandang kambing, diperlukan sekat-sekat untuk membatasi dan dinding yang cukup tinggi karena kambing cenderung suka merangkak naik.
Sedangkan domba cenderung lebih anteng dan biasa digabung sehingga dalam membangun kandang domba materialnya lebih sedikit. Sedangkan untuk pakan dia banyak memberikan rumput dan ramban.(iza/lid) Editor : Kholid Amrullah