Piala Adipura ini merupakan penghargaan pertama yang diterima oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Batu setelah 21 tahun berdiri sebagai daerah otonom. Piala Adipura kategori kota kecil pernah diraih Kota Batu tahun 1996. Yang saat itu masih berstatus Kota Administratif Batu.
Penjabat (Pj) Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menyampaikan, Piala Adipura ini adalah penghargaan untuk seluruh masyarakat Kota Batu. Sebab, merekalah yang telah bekerja sama dan bergotong-royong mewujudkan Kota Batu yang bersih, indah, dan nyaman. Terutama, dalam kepemimpinan Dewanti Rumpoko dan Punjul Santoso selama 5 tahun.
"Kita tidak boleh berhenti sampai di sini. Ke depan akan kita lakukan lebih intensif lagi dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat," ungkapnya usai menerima penghargaan.
Aries menyebut, penghargaan ini tidak lepas dari peran DPRD Kota Batu dalam mendukung program pemerintah terkait pengelolaan sampah yang profesional di TPA. Terutama, terkait pemanfaatan mesin pengolah sampah sehingga volume sampah yang menumpuk dapat berkurang setiap waktunya.
"Saya yakin pimpinan dan anggota DPRD mendukung untuk menjaga lingkungan kita dari sampah. Sehingga, terwujud kota yang bersih, indah, dan nyaman," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Batu Aries Setiawan juga menyampaikan, terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah bekerja dengan penuh dedikasi untuk lingkungan. "Ini semua kerja keras dari kepala desa, lurah, penggiat lingkungan, penggiat bank sampah, sabers pungli, penggerak reboisasi, dan sebagainya," bebernya.
Sekadar informasi, di Provinsi Jawa Timur ada 10 daerah penerima Trophy Adipura. Yaitu, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Malang, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Jombang, Kabupaten Bojonegoro, Kota Blitar, Kota Batu, Kota Malang dan Kota Madiun. Sementara, penghargaan Adipura Kencana kategori kota metropolitan diraih oleh Kota Surabaya. (ifa/lid). Editor : Kholid Amrullah