Menurut Pengelola Unit Pegadaian Batu, Ahmad Zaim Wafiq mengungkapkan, memang terjadi kenaikan transaksi bila dibandingkan dengan bulan Januari lalu.
“Kenaikan yang terjadi sekitar 10 persen,” ucapnya. Menurut dia hal tersebut sudah biasa terjadi ketika mau menjelang puasa.
|Baca Juga :
Transaksi Gadai di Malang Mulai Meningkat
Biasanya lanjut dia, untuk pelunasan dilakukan ketika menjelang Lebaran. “Kan sebelum puasa pinjam untuk modal dagang kemudian sebelum Lebaran itu dikembalikan,” katanya.
Untuk jenis barang yang di buat jaminan, sementara ini di Kota Batu masih di dominasi oleh emas. (Bersambung di halaman selanjutnya)
“98 persen persen emas pasti yang dibuat jaminan,” katanya. Untuk jenis barang lainnya adalah elektronik dan kendaraan.
Bahkan ada unik yang membuat mereka terheran-heran ialah ada warga yang menggunakan tempat tampungan susu perah sebagai jaminan.
Sementara itu, dengan kemudahan gadai yang tidak sampai 10 menit, tak mengherankan jika sangat banyak warga yang meminjam uang ke Pegadaian.
“Kalau sifatnya yang meminjam ke Pegadaian itu untuk kebutuhan jangka pendek, misalnya nunggu gaji turun, membayar biaya sekolah dan lain-lain,” katanya.
Dalam sehari setidaknya ada sekitar 30-40 warga yang bertransaksi.
|Baca Juga :
Investasi Emas Antam Tumbuh Signifikan
Pegadaian Unit Batu mencatat hingga saat ini nasabah yang aktif berjumlah sekitar 3.300 orang. Untuk di hari-hari biasa pun nasabah pegadaian juga dari berbagai rentang usia.
Selain ada gadai, pihaknya juga menyediakan pinjaman kredit usaha rakyat (KUR) yang lebih rendah bunganya. “Kalau gadai yang berjangka empat bulan itu kan bunganya sekitar 2 persen tiap bulannya, kalau KUR itu tiap bulannya sekitar 0,14 persen,” imbuhnya. (iza/lid) Editor : Kholid Amrullah