Komandan Tim (Dantim) Lapangan Tim SAR Bayu Prasetyo mengatakan, pencarian di hari Kamis (6/4) dimulai sekitar pukul 08.00. “Kita membagi menjadi tiga SRU (search and rescue),” jelasnya. SRU pertama menyisir di sekitar lokasi tempat kejadian musibah.
Untuk SRU kedua menyisir ke arah selatan sampai dam di Dusun Kekep yang jaraknya kurang lebih sejauh sekitar 700 meter. Dan SRU yang ketiga mencari ke bawah di sekitar Coban Talun. “Jumlah personel seluruhnya mencapai sekitar 68 orang,” jelasnya.
Menurut dia, pencarian kemarin fokus melakukan penyisiran sungai tanpa menggunakan perahu karet. Termasuk penyelaman juga tidak dilakukan.
Dari hasil pencarian itu ditemukan sebuah sepatu. “Setelah dikonfirmasi ke pihak keluarga ternyata benar itu sepatu milik Warsito,” katanya. Sepatu tersebut berjarak sekitar 300 meter dari tempat kejadian musibah (TKM).
Pencarian hari Kamis kemarin rencananya dilakukan hingga sekitar pukul 17.00, tetapi karena turun hujan, seluruh anggota tim SAR ditarik sekitar pukul 12.00. Menurut Prasetyo, kendala pencarian kemarin adalah cuaca. “Kalau hujan kan licin terus dikhawatirkan ada kiriman air dari atas. Jadi kita tetap harus mengutamakan keamanan,” ujarnya. Tim SAR juga bersyukur karena meskipun ada hujan, debit air terpantau tetap stabil.
Sementara itu, di lokasi yang diduga TKM terlihat bekas pohon bambu yang telah ditebang. Lokasi itu sedikit miring dan tanah cukup licin ketika basah. Lokasi tersebut berjarak setinggi sekitar 3 meter dengan bibir sungai. (iza/lid) Editor : Kholid Amrullah