Pantauan Jawa Pos Radar Batu di titik awal area parkir khusus motor matic Wana Wisata Panderman pada Minggu kemarin (30/4), terlihat lalu-lalang pendaki yang cukup ramai. Ada sejumlah rombongan pendaki yang turun dari pendakian. Namun, ada pula yang baru memulai perjalanan pendakian. Selain itu, terlihat juga deretan motor matic yang berjajar hingga memenuhi area tanah lapang.
Salah satu pendaki yang baru turun dari pendakian Gunung Butak Akbar Putra Ramadhan mengatakan, selama di penanjakan hujan sempat turun meski tidak lebat. Akibatnya, medan menjadi terjal dan licin. "Pas saya naik, ternyata di perjalanan cukup banyak juga pohon yang tumbang. Hal ini tentu membahayakan para pendaki," terang pemuda berusia 17 tahun ini.
Tak hanya pohon tumbang, remaja yang baru pertama kali mendaki Gunung Butak ini menemukan banyak sampah yang berserakan di pos pendakian dan sekitarnya. "Ada 4 pos di sana. Hampir semuanya banyak sampah. Seperti sampah makanan dan minuman. Hal ini tentu dapat mencemari lingkungan," kata Putra.
Bagaimana dengan persiapan pendakian mengingat cuaca ekstrem? Dia menerangkan, yang paling penting adalah kesiapan pendaki itu sendiri. "Kalau mau mendaki ya harus bawa persiapan yang matang. Baik jaket tebal, air mineral agar tidak dehidrasi, dan setidaknya ada teman yang paham rute," paparnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh pendaki lainnya Nurfitra Pujo Santiko. Selama cuaca ekstrem jalur pendakian dinilai cukup berbahaya bagi sebagian orang yang tidak terbiasa dengan medan. Untuk itu, segala antisipasi harus benar-benar dipertimbangkan dengan tepat. Sebab, mendaki pun memerlukan waktu kurang lebih 5 jam.
"Kalau antisipasinya jangan pernah melakukan pendakian sendirian. Lalu, gunakan alas kaki yang tidak licin dan kalau tidak enak badan jangan dipaksakan untuk mendaki," jelas warga Sukun, Kota Malang itu.
Selain itu, dia berpesan kepada para pendaki untuk menjaga kebersihan selama melakukan perjalanan. Dengan cara membawa kantong plastik sampah. "Ya, intinya pendaki harus peduli dengan lingkungan. Jangan hanya mengandalkan petugas kebersihan atau relawan saja. Kalau perlu kita juga berdampak untuk menjaga kelestarian alam," tandasnya. (ifa/lid). Editor : Kholid Amrullah