Kabid Tata Ruang dan PJU DPUPR Kota Batu Angga Satriawan mengatakan, jika kebutuhan yang masih perlu banyak di PJL. “Kalau untuk di perkotaan sudah cukup memadai, yang di desa-desa yang perlu,” katanya. Jika ditotal kemungkinan kebutuhan PJU dan PJL seluruh wilayah Kota Batu kemungkinan perlu sekitar 15 ribu unit. “Kalau dilihat di tingkat kecamatan kebutuhan PJL yang paling banyak yakni dari desa-desa di Bumiaji,” tambahnya.
Di tahun ini kata dia, Pemkot Batu menganggarkan sekitar Rp 4,3 miliar untuk pembangunan PJU dan PJL. “Ada penambah pembangunan PJU 120 titik dan PJL 108 titik,” tuturnya. Sedangkan untuk membangun satu PJU diperlukan dana sekitar Rp 15 hingga Rp 16 juta.
Menurutnya, dari perencanaan tersebut, titik pemasangan yang paling banyak di Kecamatan Batu dan Bumiaji. Untuk permulaan pembangunan akan dimulai sebentar lagi. Mulai minggu depan ini sudah dikerjakan.
Untuk jenis lampu sudah menggunakan lampu yang sistem LED. ”Memang harganya agak mahal ketimbang yang konvensional,” katanya. Meskipun lebih mahal, LED dinilai lebih menguntungkan ke depannya. LED dinilai lebih terang, lebih awet, dan lebih efisien. “Sehingga pembayaran listrik ke PLN lebih murah,” ungkapnya.
Dalam mengelola PJU dan PJL, kata dia terdapat dua kendala utama. “Yang pertama itu anggaran 2022-2023 itu tidak ada biaya perawatan. Sehingga dalam melakukan pemeliharaan kita juga tidak bisa maksimal,” jelasnya. Kendala yang kedua ialah jaringan listrik, ketika akan dilakukan pemasangan PJU atau PJL baru tetapi di lokasi jauh dari jaringan listrik. (iza/lid) Editor : Kholid Amrullah