Pembukaan kebudayaan kali ini, antusias masyarakat sangat tinggi. Hal itu sudah mulai terasa dari tempat parkiran. Di pintu menuju venue pun para warga sangat padat. Segala lapisan masyarakat menghadiri acara itu, bahkan banyak orang tua yang mengajak anak-anak mereka.
Kepala Dinas Pariwisata Arief As-Siddiq mengatakan jika acara kebudayaan ini akan berlangsung selama satu bulan. Dengan acara hari ini, total ada sekitar delapan kegiatan. Dan puncaknya pada (25/6) yakni kongres kebudayaan Kota Batu. Event ini sudah menjadi agenda tahunan. “Untuk bulan Juni agendanya seni kebudayaan, serta sudah berlangsung selama dua tahun,” ujarnya.
Dengan adanya event ini ia berharap kualitas kebudayaan di Kota Batu juga semakin meningkat. “Serta mampu menarik wisatawan, sehingga paket wisata Batu lebih komplit, tak hanya wisata buatan dan alam, tetapi juga wisata seni kebudayaan,” katanya. Ia juga kaget melihat antusias masyarakat, kedepannya mereka akan meningkatkan fasilitas parkir di Sendratari Arjuna Wiwaha.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu Zadim Efisiensi juga hadir di acara tersebut. Ia memberikan ucapan terimakasih kepada Disparta atas terselenggaranya acara tersebut. Menurutnya panggung amphitheater saat ini, dengan ukuran 3.500 meter persegi jika melihat antusias memang terasa kurang luas.
Maka dari itu, di tahun 2024 pemkot berencana untuk membangun art center dengan luas sekitar 6.000 meter persegi. Art Center nantinya memiliki atap tertutup sehingga para pelaku seni bisa tampil tanpa terganggu cuaca. “Sehingga ketika hujan pun tetap bisa dipakai latihan,” katanya.
Ia juga berharap agar target 10 juta wisatawan bisa terealisasi di tahun ini. “Dengan adanya acara ini diharapkan dapat membangkitkan seni budaya di Kota Batu,” ujarnya.
Acara-acara yang digelar Disparta ini bisa dinikmati warga secara gratis. Untuk acara utama ialah pertunjukan 16 paguyuban seni reog. Para pemain tampil dengan durasi waktu lebih dari 30 menit. Pemain reog tak henti-hentinya membuat kagum penonton. Bagaimana tidak, reog seberat 50-60 kg itu dengan mudah digoyangkan pemain.
Sorak penonton semakin kencang ketika melihat pemain reog unjuk skill dalam menggoyangkan reog. Paduan musik gendang dan komposisi lighting yang apik membuat penonton betah berlama-lama menyaksikan acara tersebut. (iza/lid) Editor : Kholid Amrullah