BATU - Pelaku angkutan kota (angkot) di Kota Batu berharap bisa ada kerja sama ke dengan jip-jip wisata yang ada di Batu. Angkot ingin dilibatkan untuk mengantar wisatawan ke tempat-tempat off road.
Karena selama ini, biasanya jip wisata turun ke bawah untuk melakukan penjemputan penumpang. Menurut bendahara Organisasi Sopir Angkutan Darat (Organda) Kota Batu Heri Junaedi, alangkah lebih baik bila para wisatawan diantarkan angkot dan jip stay di atas. hal itu dirasa bisa mengurangi volume arus lalu lintas dan bisa meminimalisir kemacetan.
Terlebih lagi bila memperhatikan keselamatan penumpang, tentu lebih aman diantarkan menggunakan angkutan umum ketika berada di jalan. “Dari kami juga siap duduk bersama untuk musyawarah,” tuturnya. Ia kemudian telah menyampaikan hal itu ke Dinas Perhubungan Kota Batu.
Menanggapi hal itu, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu Chilman Suaidi mengungkapkan telah berkomunikasi secara formal dengan pelaku jip wisata. “Kami sudah undang ada sekitar 10 penyelenggara, mulai dari sopir, provider wisata, dan komunitas yang semaunya warga Batu,” katanya.
Setelah itu, ia menyampaikan beberapa point-point yang diharapkan oleh driver angkutan umum. “Ya tetap ada yang pro dan kontra,” ujarnya. Meskipun begitu permasalahan memberikan sinyal titik terang. Karena dari pihak yang kontra hanya mempertanyakan masalah secara teknis saja. “Apakah angkutan umum mampu mengantar ketika banyak wisatawan, di mana titik penjemputan dan tarifnya,” ujar dia.
Yang mana pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat bisa diatasi bila ada kerja sama yang baik antar kedua belah pihak. “Dari total semua itu tentu banyak yang pro untuk bekerja sama dengan angkutan umum,” tuturnya. Ia melanjutkan, bahwa mereka juga menyadari pentingnya sinergi dan kolaborasi antar insan transportasi guna mengatasi dinamika transportasi di Batu.
Menurutnya yang paling banyak dilalui jip wisata ialah Kecamatan Bumiaji. “Seperti di Jengkoang, Brakseng, Pusung Lading,” ungkapnya. Dishub dalam beberapa waktu ke depan juga akan mempertemukan keduanya. “Yang penting tidak grusa-grusu sehingga kebijakan yang diambil ke depannya bisa tepat dan tak menimbulkan gesekan,” tuturnya. (iza/lid)
Editor : Kholid Amrullah