BATU - Pedagang Pasar Hewan di Kota Batu mengeluhkan adanya kondisi pasar yang kurang memadai. Seperti yang terlihat pada (9/8) lalu, sejumlah pedagang masih berjualan seperti biasa dengan fasilitas seadanya.
Menurut pedagang pasar hewan Muzakki Malik, seharusnya Pasar Hewan kalau memang lokasinya menetap di Jalan Dorowati, Kelurahan Sisir diperbaiki fasilitasnya," terangnya.
Malik menyebut, jika pasarnya nyaman maka pembeli dari luar Kota Batu semakin ramai. "Pedagang dari luar kota kan banyak yang mencari ke sini. Khususnya hari Rabu sama Minggu," bebernya. "Dengan harga kambing Rp 2 hingga Rp 3 jutaan per ekor, penjualan mulai ramai Mbak. Ya, bisa laku 5 ekor," sambungnya lagi.
Saat disinggung terkait apakah setuju bila Pasar Patok pindah? Dia mengaku, bimbang menjawab hal ini. "Tidak apa-apa pindah asalkan akses jalan luas dan ada bongkar muat ternak," kata Malik kepada wartawan koran ini. Akan tetapi, ia meminta agar Pemkot Batu segera memperbaiki fasilitas yang ada saat ini. Pasalnya, pedagang juga bayar retribusi Rp 2 ribu per ekor. Sekali datang bawa Rp 10 ekor sudah bayar retribusi Rp 20 ribu.
Sementara itu, pedagang lainnya bernama Ahmad Mashuri menuturkan, jumlah pedagang di Pasar Hewan Patok mencapai 50 orang. "Lebih baik di sini saja. Kalau pindah itu mau ke mana?. Dulu pasar ini ramai karena ada penjualan sapi. Tapi, sejak penyakit mulut dan kuku (PMK) hingga sekarang fokus untuk penjualan kambing," jelasnya. Saat dikonfirmasi terkait nasib pedagang pasar hewan kepada Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Batu Eko Suhartono belum memberikan respons. (ifa/lid).
Editor : Kholid Amrullah