BATU - Beberapa warga Dusun Sumbersari, Desa Sumberejo, Kecamatan Batu mengeluhkan air yang mati. Menurut keterangan warga, air mati sudah sekitar seminggu. Saat ini, mereka disuplai oleh truk dari perusahaan air minum dan Damkar.
Salah satu warga, RT 05 RW 06 Desa Sumberejo, Mawan mengungkapkan para pelanggan di seluruh dusun Sumbersari terdampak. Terutama yang menggunakan sumber air swadaya. “Sementara yang menggunakan PDAM ya aman,” tuturnya, Minggu (20/8).
Menurut Mawan, air yang mati itu disebabkan ada pemutusan jaringan karena ada warga yang menunggak pembayaran. “Bahkan ada yang menunggak sampai lima tahun,” ungkap dia. Namun, kebijakan tersebut juga membawa korban bagi para pelanggan yang tertib membayar. Hal ini lanjut dia seharusnya dicarikan solusi agar tidak gara-gara kesalahan satu orang semuanya terkena imbasnya.
Apalagi di musim kemarau seperti sekarang ini semua warga sangat membutuhkan air. Wawan yang punya usaha kerupuk juga sangat tergantung dengan air. Dia mengusulkan seharusnya dilakukan pendataan kepada warga yang menunggak. “Dan yang diputus itu ya yang menunggak saja jangan semuanya,” pinta dia.
Saat ini, dia juga harus me-laundry pakaian guna menghemat air. Sedangkan untuk mandi, menurut dia warga pergi ke sumber yang tak jauh dari dusun tersebut. Namun, air bersih yang mengalir ke rumah-rumah warga berasal dari Desa Punten, Bumiaji.
Hal yang sama juga dirasakan warga lain, Yolanda. “Tidak ada pemberitahuan tiba-tiba mati,” kata dia. Untuk mendapatkan air, selama seminggu ini, dia rutin mengeluarkan ember-ember untuk diisi air dari petugas. “Gantian, dari Damkar dan PDAM,” ungkap warga RT 4 tersebut.
Ia berharap agar air bisa segera kembali normal biar tidak kebingungan. Yolanda sangat berhemat dalam menggunakan air. “Ya kurang, nanti kalau digunakan nyuci terlalu banyak, takut untuk masak kurang,” ucapnya. (iza/lid)
Editor : Kholid Amrullah