BATU - Salah satu kendala yang masih dihadapi dalam penanganan sampah ialah kesadaran untuk memilah sampah dari rumah. Salah satu alternatif yang bisa dipakai ialah dengan pemaksimalan bank sampah.
Di media sosial, Pemerintah Kota Batu tak henti-hentinya mengingatkan untuk memilah sampah dari rumah. Pemilahan tentu akan mempercepat proses penanganan sampah, sehingga masih maksimal. Tetapi di lapangan, kesadaran tersebut belum benar-benar terbangun, masih terlihat pencampuran antara sampah organik dan anorganik.
Salah satu alternatif yang bisa memunculkan kesadaran untuk memilah sampah ialah dengan Bank Sampah. Dengan bank sampah maka warga mau memilah sampah anorganiknya. Sebab, sampah anorganik memiliki nilai ekonomis. “Di sini, bila jumlah sampah lumayan pasti hasil dari bank sampah bisa menutup untuk iuran, Ujar Ketua Bank Sampah Ubah Sampah Jadi berkah Desa Sumbergondo Jumaati.
Sementara itu, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPST-3R Mulyoagung Bersatu Supadi mengungkapkan akan lebih efektif untuk lingkup desa lagi bila ada aturan mengharuskan pemilahan jenis sampah dari sumbernya, yakni dari rumah. Untuk sampah anorganik pun tak semuanya bisa di jual, ia menyarankan untuk mempertimbangkan hal itu. “Dengan dipilah dari sumbernya, maka juga akan mengurangi sampah yang masuk ke TPA,” tuturnya.
Sedangkan menurut Relawan Eco Enzim Kota Batu Yayuk Winarko bila perlu sekaligus dibuatkan Perda untuk hal itu. “Atau edukasi mengenai pemilahan sampah,” tuturnya. Ia juga memerlukan bantuan pemerintah dalam mengedukasi pengolahan sampah. Menurutnya bila hanya relawan seperti tidak digubris oleh warga. (iza/lid)
Editor : Kholid Amrullah