BATU - Kota Batu merupakan salah satu surganya bagi para pencinta olah raga downhill. Hawa sejuk dan track yang menantang membuat para rider tertarik menjajal track di Batu. Namun sayang, saat ini event-event untuk olahraga downhill di Batu tak seramai sebelumnya.
Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kota Batu Nhia Hapsari mengungkapkan track downhill di Batu merupakan barometer track di Indonesia. “Upaya dari kita pengennya kembalikan seperti dahulu,” tuturnya. Track yang sudah menjadi legenda itu jangan sampai perkembangannya kalah dari kota-kota lain.
Tak hanya dari sisi keindahan alam dan tantangan, track downhill di Batu juga sangat dirasa sangat pas. Sebab track tak jauh dari pusat kota dan segala kebutuhan bisa cepat terpenuhi. “Contohnya track di Klemuk yang berdekatan dengan penginapan di Songgoriti,” ucapnya. Tentunya hal itu sangat menunjang bila diadakan event.
Saat ini, menurutnya perlu perbaikan di beberapa bagian track. “Memang bagus, tapi harus dibuat bagaimana agar track tersebut menjadi lebih safety,” ujarnya.
Selain itu, diperlukan lagi penambahan fasilitas penunjang di dekat bagian track. Seperti toilet di dekat track. “Atau tambahan untuk gate start dan finish,” bebernya.
Ia berharap ada sinergi dari berbagai pihak. Sehingga event-event downhill bisa terselenggara lebih banyak lagi di Kota Batu. Nhia juga menambahkan bahwa track di Kota Batu juga sudah berskala internasional.
Sementara, untuk atlet downhill di Kota Batu juga sudah ada yang bertandang ke berbagai penjuru daerah. Namun juga perlu ada regenerasi baru, dalam hal ini untuk cabang olahraga (cabor) downhill masih memerlukan unit sepeda untuk bertanding. “Saat ini ada, tetapi kurang kompetitif untuk perlombaan,” katanya. Alhasil, para atlet biasanya meminjam sepeda ke komunitas. “Karena sepeda downhill juga tidak murah, pasti di atas Rp 50 jutaan,” ungkapnya.(iza/lid)
Editor : Kholid Amrullah