Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cegah Diare, Gencarkan Imunisasi Rotavirus

Kholid Amrullah • Rabu, 30 Agustus 2023 | 19:00 WIB
IMUNISASI : Petugas kesehatan melakukan imunisasi rotavirus terhadap salah satu balita, Selasa (29/8).
IMUNISASI : Petugas kesehatan melakukan imunisasi rotavirus terhadap salah satu balita, Selasa (29/8).

BATU - Bagi ibu-ibu warga Kota Batu yang memiliki bayi 2-4 bulan diimbau agar segera mendapatkan imunisasi rotavirus agar tidak terserang diare. Karena penyakit ini sangat berbahaya bagi bayi.

 

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penanganan Bencana Dinkes Kota Batu dr. Susana Indahwati mengatakan, diare merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan di dunia maupun di Indonesia. Penyakit tersebut menjadi penyumbang kematian nomor dua terbesar setelah pneumonia pada bayi maupun balita. “Selain itu, pada diare yang berulang juga dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, di antaranya masalah stunting,” ucapnya.

 

Dari beberapa studi yang dilakukan, diketahui penyebab terbesar diare pada bayi adalah rotavirus. Maka dari itu, salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah dengan pemberian imunisasi rotavirus (RV).

 

Imunisasi RV dosis pertama diberikan pada bayi yang berusia dua bulan. Dalam hal ini, bayi yang lahir mulai tanggal 16 Mei 2023. “Imunisasi RV diberikan secara oral dengan dosis 0,5 ml (5 tetes),” katanya. Vaksin diberikan sebanyak tiga dosis, yakni pada usia dua, tiga dan empat bulan. “Dengan interval minimal empat minggu antar dosis,” tuturnya.

 

Pemberian imunisasi RV dimulai secara bertahap sejak bulan November 2022 di beberapa kota dan kabupaten. Di Provinsi Jawa Timur introduksi imunisasi rotavirus dilakukan di Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/1139/2022 tentang Pemberian Imunisasi rotavirus yang telah dimulai secara nasional di seluruh Indonesia pada tanggal 15 Agustus 2023.

 

Pemberian Imunisasi rotavirus sebagai imunisasi  rutin diberikan secara bertahap ke seluruh wilayah  Indonesia. Jadi, merupakan program pemerintah yang gratis, bukan karena adanya kasus baru. “Pelaksanaan pemberian imunisasi rotavirus diberikan pada bayi,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, seluruh kebutuhan vaksin dibebankan pada APBN. Sedangkan biaya operasional  dibebankan pada APBN, APBD dan sumber lainnya yang tidak mengikat. Imunisasi dapat didapatkan di fasilitas kesehatan, contohnya di Puskesmas Sisir yang membuka imunisasi sejak tanggal 15 Agustus lalu.  Dengan persyaratan membawa KIA dan KK. (iza/lid)

Editor : Kholid Amrullah
#Imunisasi #diare #dinkes kota batu #rotavirus