BATU - Penataan parkir di Pasar Induk Among Tani Kota Batu mulai dipertimbangkan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Batu. Pihaknya ingin perparkiran pasar bisa menggunakan sistem gate ala mal. Tujuannya agar menarik minat wisatawan untuk berbelanja di Pasar Induk Kota Batu.
Salah satu warga sekitar Pasar Induk Kota Batu Muhammad Fahmi mengatakan, dengan kondisi pasar se-besar itu urusan parkir harus menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. "Sementara ini saya belum bisa membayangkan kira-kira berapa bus ya yang bisa masuk ke pasar induk," katanya.
Menurutnya, pembangunan taman di halaman depan Pasar Induk Kota Batu sudah memakan lahan parkir. Jangan sampai taman yang ada dibongkar hanya karena perparkiran tidak cukup. "Ya, semoga saja ke depannya penataan parkir pasar bisa terkelola dengan baik. Bahkan, bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batu dari retribusi parkir," harapnya.
Sementara itu, Kepala Diskoperindag Kota Batu Eko Suhartono menjelaskan, urusan parkir di Pasar Induk Among Tani akan dikelola secara profesional. "Parkir akan menggunakan sistem gate seperti mal," jelasnya.
Saat ditanya berapa jumlah bus yang bisa masuk ke Pasar Induk Kota Batu?. Eko menerangkan, saat ini Pemkot Batu akan fokus pada pembangunan jembatan penyeberangan underpass (bawah jalan). "Kami ingin menghubungkan antara terminal dan pasar. Kalau terminal kan wewenang provinsi. Jadi, yang bisa kita lakukan yakni berupa kerja sama," bebernya. "Paling tidak 10 bus bisa masuk ke pasar. Tapi, kondisinya seperti apa nantinya kan masih bisa disesuaikan," imbuhnya.
Pihaknya berharap, menghubungkan terminal dengan pasar bisa segera terwujud dalam waktu dekat. "Sedangkan, urusan PAD-nya nanti gimana itu nomor sekian. Pokoknya kita ingin memberikan pelayanan terbaik dulu bagi masyarakat dan wisatawan," tutup Eko. (ifa/lid).
Editor : Kholid Amrullah