BATU - Kota Batu memiliki rute pendakian gung yang menyajikan pemandangan super indah dan tantangan yang seru. Ada dua jalur utama di Kota Batu untuk menikmati beberapa puncak gunung. Yakni Jalur Panderman yang ada di Desa Pesanggarahan untuk naik Gunung Panderman dan Gunung Butak. Kedua adalah dan Jalur Sumberbrantas untuk naik Gunung Arjuno dan Gunung Welirang.
Dua jalur pendakian di Kota Batu tersebut sangat diminati para pendaki pemula. Rute pendakian di Batu juga digunakan komunitas pencinta alam untuk melatih para anggota barunya.
Ketua Komunitas Divisi Mahasiswa Pencinta Alam (Dimpa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Zainal Muhammad Rizal mengatakan, jalur pendakian melalui Batu lebih singkat dibanding lainnya. Karena ketinggian rata-rata tiga gunung yang bisa melalui jalur Batu ada pada ketinggian 3.000 mdpl. Sementara itu start pendakian berada di ketinggian 2.000 mdpl. "Track pendakiannya pendek jadi cocok untuk pemula," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Malang, Rabu (6/9).
Selain itu, untuk pendakian ke Gunung Butak dan Gunung Panderman memiliki jalur yang jelas dan ramai sehingga tidak akan tersesat. Hal ini bisa menjadi pilihan bagi para pendaki pemula.
Zainal menjelaskan, untuk mendaki Gunung Panderman dari Kota Batu memakan waktu 4 sampai 5 jam hingga mencapai puncak. Sementara itu, Gunung Butak antara 7-8 jam bahkan bisa membutuhkan waktu 11 jam 30 menit pendakian untuk sampai ke puncak gunung. Itu semua tergantung stamina pendaki dan pengalamannya di lapangan.
Sedangkan untuk jalur yang panjang menurut Zainal adalah jalur menuju Gunung Arjuno yang bisa membutuhkan waktu 15 jam dengan start pendakian dari Cangar, Sumberbrantas, Kota Batu. Meskipun bisa juga lebih cepat, tetapi bagi pemula rata-rata lebih lama.
Dijelaskannya, meskipun cocok untuk pemula, agenda pendakian tetap harus direncanakan dengan matang. Zainal mengatakan, anggota baru harus menjalani latihan khusus sebelum mendaki gunung. Latihan fisik sudah dimulai minimal 2 minggu sebelum mendaki. "Dalam 2 minggu, latihan dilakukan sebanyak 7 kali meliputi lari, sit up, dan push-up. Targetnya, mereka bisa lari 4 kilometer dalam waktu 15 menit," ungkap mahasiswa asal Mojokerto itu.
Selain latihan fisik persiapan lainnya juga dilakukan dengan baik meliputi peralatan pendakian, konsumsi, sejarah gunung, track yang akan dilalui, hingga kebudayaan di gunung tersebut. Dia mengatakan, hal itu dilakukan agar pendaki aman. "Kami tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi di alam. Karena itu, pengetahuan mengenai gunung yang akan didaki dapat membantu kami selama proses pendakian," ucapnya.
Ada beberapa aturan pakaian yang akan membantu para pemula untuk mendaki dengan nyaman. Zainal bercerita, pemilihan jaket sangat penting. Hindari penggunaan jaket jeans. "Usahakan menggunakan jaket berbahan polar atau yang menggunakan bulu angsa," katanya.
Pendaki lanjut dia, juga harus menggunakan sepatu khusus pendakian. Minimal sepatu yang alasnya berbahan karet. Untuk pemilihan baju, usahakan yang mudah menyerap keringat dan cepat kering. "Untuk pemilihan celana, jika bobotnya lebih ringan akan semakin baik," jelas mahasiswa berusia 21 tahun itu. Lalu disarankan Hindari pemakaian jeans untuk mendaki. Selain berat, pakaian berbahan jeans juga susah kering. Hal ini dapat menyebabkan hipotermia. (kj1/lid)
Editor : Kholid Amrullah