BATU – Lukisan abstrak penuh warna dengan berbagai pola memenuhi sudut-sudut Galeri Raos. Sebanyak 150 lukisan abstrak dengan beragam ukuran dipajang mulai dari tanggal 16 sampai 30 September mendatang. Karya tersebut merupakan hasil kerja keras Fadjar Djunaedi, seniman asal Kota Batu selama dua tahun belakangan.
Fadjar menjelaskan, seni lukisnya fokus pada tema abstrak. Dalam pengerjaannya, ia bertumpu pada komposisi, bidang, warna, dan grafis. Ia mulai melukis 150 lukisan abstrak ini sejak 2021. Untuk mengerjakan satu lukisan bisa memakan waktu satu jam hingga berhari-hari. “Tergantung saya nyaman atau tidak melihat hasil akhir lukisan saya. Kalau belum nyaman akan saya perbaiki sampai berhari-hari,” jelas pria asli Kota Batu itu.
Dalam prose pengerjaannya, Fadjar mengaku bekerja seperti PNS. Setiap hari ia akan melukis di studio mulai dari pukul 8 pagi sampai pukul 4 sore. Awalnya Fadjar melukis di media-media kecil. Namun seiring waktu ia memperbesar ukuran kanvasnya. Karya yang terpajang memiliki ukuran yang bervariasi mulai dari 10 x 10 cm, 20 x 20 cm, hingga 40 x 40 cm. “Terbesar ada 2 x 1,4 meter,” ujarnya. Ia mengerjakan lukisan-lukisan tersebut dan menikmati prosesnya tanpa punya pikiran apa pun. Ketika sudah terkumpul banyak, Fadjar baru berpikir untuk membuat pameran tunggal.
Lukisan kecil ia beri tajuk dream sementara lukisan berukuran besar ia beri nama no dream. Dua nama itu yang akhirnya menjadi tema pameran tunggalnya. Sampai saat ini telah ada 10 karya lukisannya yang terjual. “Sebenarnya saya sudah sangat bersyukur ketika pengunjung datang dan mereka bisa menikmati karya yang saya buat,” katanya.
Salah seorang pengunjung Ken Swastiastu merasa senang telah hadir untuk menikmati pameran tunggal ini. Bagi orang awam, lukisan seni abstrak mungkin membingungkan. Namun baginya, setiap lukisan di pameran ini seperti memiliki cerita tersendiri. “Datang ke pameran seperti ini sangat menyegarkan pikiran saya di tengah rutinitas kuliah,” kata mahasiswi jurusan hukum tersebut. (kj1/lid)
Editor : Kholid Amrullah