BATU – Burung kakak tua jambul kuning yang merupakan satwa endemik asli Jawa Timur terancam punah. Populasinya di alam liar hanya berkisar 27 ekor. Upaya konservasi digencarkan untuk melindungi satwa tersebut. Hal itu juga yang sedang dilakukan BBKSDA bekerja sama dengan Jatim Park dan stakeholder lainnya dengan melakukan forum group discussion (FGD) di Pohon Inn Hotel pada, Senin (9/10).
Kepala BBKSDA Jawa Timur Nur Patria Kurniawan mengatakan, dalam FGD ini mengundang para akademisi, tempat penangkaran, masyarakat setempat, serta stakeholder untuk merumuskan konservasi dari kakak tua jambul kuning. "Kami berniat mengintervensi dalam proses percepatan produksi dari satwa tersebut," ungkapnya. Jumlah satwa ini di habitat asli yaitu Pulau Masakambing, Madura hanya tersisa 27 ekor. Hal ini sangat rentan dan riskan untuk terjadi kepunahan.
Kurniawan melanjutkan, dalam FDG ini para akademisi dan stakeholder juga menghitung daya tampung dari satwa tersebut di alam liar. "Jika populasinya sudah melebihi daya tampung yang dihitung, maka kami akan memindahkannya ke daerah lain yaitu kepulauan Masalembu, Madura" ujarnya. Jika nanti populasi telah stabil bahkan overload di dua pulau itu, maka burung ini akan kami pindah ke daerah lain lagi.
Dalam upayanya, BBKSDA Jawa Timur menggandeng stakeholder lain untuk memberikan dukungan pada gap yang tidak ter-cover oleh anggaran pemerintah. "Dengan menggandeng para stakeholder akan lebih banyak solusi dan jalan keluar dari masalah populasi kakak tua jambul kuning ini," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jatim Park Grup Rio Imam Sendjojo mengaku siap berkontribusi dalam proses penyelamatan kakak tua jambul kuning. Ke depannya diharapkan dapat mengambil langkah konkret dalam realisasi rencana jangka pendek, menengah, dan panjang. "Perlu langkah kongkret dari semua pihak untuk menyelamatkan satwa endemik Jawa Timur ini. Akan menjadi suatu kebanggaan juga bagi Jatim Park jika nantinya dapat mengenalkan satwa endemik ini pada masyarakat yang ada di Kota Batu," ucapnya. (sif/lid)
Editor : Kholid Amrullah