BATU - Pemerintah Kota Batu gelar pasar murah di Balai Kota Among Tani pada 18 sampai 20 Oktober mendatang. Tak hanya diisi oleh stand kebutuhan pokok, pasar murah ini juga mengakomodir produk UMKM serta inovasi dari berbagai dinas di Kota Batu.
PJ Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengatakan, pasar murah ini diselenggarakan agar seluruh elemen masyarakat dapat menikmati hari jadi Kota Batu. "Semua yang dijual di sini harganya lebih murah. Bukan hanya tulisannya saja murah, tapi aslinya sama dengan di pasaran," ujarnya. Hal ini juga berguna untuk mendorong program UMKM agar lebih dikenal oleh masyarakat.
Di lain sisi, Kepala Diskoperindag Kota Batu Eko Suhartono mengatakan, beberapa waktu yang lalu, Kota Batu tingkat inflasi beras cukup tinggi. Bahkan masuk pada jajaran kota dengan harga beras tertinggi di Jawa Timur. Namun saat ini kondisi tersebut telah pulih. Kota Batu telah menempati urutan ke-20 dari seluruh kota/kabupaten di Jatim. "Dari harga Rp 14.700 per kilogram, sekarang menurun di bawah Rp 14.000 per kilogram," katanya.
Di pasar murah ini, Bulog telah mengeluarkan pasokan beras yang cukup banyak untuk masyarakat Kota Batu. "Harapannya jumlah tersebut dapat mengakomodir selama dua hari ke depan," ungkapnya. Selain memenuhi kebutuhan, diharapkan pasar murah ini juga dapat mempermudah dan mempertahankan daya beli masyarakat.
Kepala Bulog Cabang Malang Siane Dwi Agustina mengatakan dalam agenda pasar murah ini Bulog telah menyiapkan 3 ton beras medium. Untuk 5 kilo beras dipatok dengan harga Rp 51.000. "Beras di pasaran telah melambung tinggi. Untuk satu kilo beras medium di pasaran harganya sudah di atas Rp 12.000 per kilogram," jelasnya. Selain beras, Bulog juga menjual gula dan minyak dengan harga di bawah pasaran. Tak hanya Bulog, pedagang lain juga menjual beras premium dengan harga di bawah pasaran. Menurut pantauan koran ini, harga yang dibanderol berkisar Rp 58.000 hingga Rp 61.000 untuk 5 kilo beras premium.
Salah satu pengunjung, Sulastri mengaku senang datang ke pasar murah ini. Ia mengatakan, harga untuk sekilo beras tak sampai Rp 11.000. "Saya cukup terbantu dengan adanya pasar murah ini. Apalagi harganya yang di bawah pasaran," pungkasnya. (sif/lid)
Editor : Kholid Amrullah