BATU - Upaya Pemkot Batu dalam merevitalisasi Pasar Induk bisa dibilang membuahkan hasil yang cukup gemilang. Karena, selain bangunannya sangat megah dan indah, kini mulai da trend baru di kalangan masyarakat, mahasiswa, siswa dan para pegawai untuk kulineran di pasar induk bernama Among Tani tersebut.
Bahkan bisa jadi, sejumlah pedagang khususnya PKL kuliner tidak menduga jika akan seramai seperti saat ini. Hal ini bisa diketahui saat dulu mereka sempat ogah-ogahan ketika disuruh pindah dari Pasar Relokasi ke Pasar Induk. Karena mereka khawatir jika pindah duluan akan sepi atau tidak ada yang membeli. Tetapi faktanya tidak demikian, bisa dibilang sejak pertama kali pindah PKL kuliner langsung ramai pembeli. Karena tempat yang bersih dan nyaman serta harga kuliner yang sangat terjangkau.
Yang menarik, keberadaan kuliner di Pasar Induk Among Tani juga disambut baik oleh para milenial dan wisatawan. Mereka tidak canggung dan sangat menikmati suasana kuliner di Pasar Induk. Sehingga jika diamati, para pelanggan kuliner terlihat dari orang-orang yang berpenampilan bersih dan rapi, bukan hanya pedagang dan pengunjung pasar. Selain itu kuliner di Pasar Induk juga banyak diulas oleh influencer di media sosial seperti TikTok.
Salah satu pengunjung PKL kuliner dari Solo Bima Vira Yudha mengaku, baru pertama kali menikmati sajian kuliner di Pasar Induk Among Tani Kota Batu. "Makanan di sini enak semua dan harganya sangat murah," katanya. Dia mengaku terkesan saat menyantap kuliner di Pasar Induk.
Pengunjung lainnya Putri Vanesti menuturkan, selain cita rasa yang enak, harga menu di pasar induk terbilang ramah bagi kantong pelajar dan mahasiswa. "Bawa uang Rp 25 ribu saja sudah bisa makan mi ayam atau bakso sekaligus minumannya.," jelas perempuan yang sudah mengunjungi pasar induk selama 4 kali ini. Pengakuan positif juga banyak disampaikan oleh pengunjung lain. Banyak warga Kota Batu yang mengapresiasi bangunan baru Pasar Induk terutama di zona kuliner.(ifa/lid)
Editor : Kholid Amrullah