Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pengamen di Batu Ganggu Wisatawan, Berani Masuk Bus, Ada yang Terpengaruh Alkohol  

Kholid Amrullah • Selasa, 14 November 2023 | 14:00 WIB

 

SASARAN PENGAMEN: Sejumlah bus pariwisata yang parkir di depan  Plaza Batu  kerap didatangi pengamen.
SASARAN PENGAMEN: Sejumlah bus pariwisata yang parkir di depan Plaza Batu kerap didatangi pengamen.

BATU – Aksi para pengamen di Kota Batu mulai kurang ajar. Beberapa di antara mereka berani memasuki bus pariwisata untuk mengamen. Kondisi ini membuat wisatawan tidak nyaman.

 

Menurut Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Batu Asep Abiyanto, pihaknya kerap kali mendapatkan laporan gangguan dari tour leader (TL) yang sedang bertugas. Seperti TL atau pemandu wisata harus berhadapan langsung dengan oknum pengamen yang memaksa naik ke bus untuk menyumbangkan suaranya. "Bahkan, ada indikasi atau kecurigaan pengamen menjalankan aksinya dalam kondisi terpengaruh minuman keras atau setengah mabuk," jelasnya, kemarin (12/11). Sehingga, tindakan tersebut sangat mengganggu kenyamanan rombongan wisata.

 

Asep berharap, permasalahan ini bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah agar tidak mencoreng Pariwisata Kota Batu. Sebab, keamanan dan kenyamanan tamu wisata perlu menjadi prioritas. "Khawatirnya yang naik ke atas bus justru orang yang berniat jahat seperti mengambil barang milik wisatawan," katanya.

 

Lanjut dia, dalam kondisi pengunjung lengah, barang-barang berharga atau bawaan tamu rombongan bisa lenyap dibawa kabur. Jika terjadi, maka pihak biro perjalanan wisata dan TL atau guide pasti akan kena komplain tamu. "Ya, mungkin ada pengunjung yang senang ada pengamen tapi, beberapa wisatawan ada yang kurang nyaman. Sebenarnya kita tidak anti terhadap pengamen hanya kalau memaksa tentu sangat tidak nyaman," beber dia.

 

Dia menyebut, selama ini pihaknya berupaya untuk menjaga agar keselamatan tamu termasuk barangnya tetap terjaga. Bila ada yang ingin berjualan seperti asongan, diminta untuk tidak naik ke atas bus.

 

Sekadar informasi, pengamen jalanan ini biasa beraksi ketika bus pariwisata sedang menunggu rombongan yang sedang jalan-jalan. Terkadang mereka memanfaatkan kesempatan naik ke bus saat sedang macet atau menunggu traffic light menyala hijau di persimpangan. Aksi mereka pun selalu berpindah-pindah. "Sekarang jelang akhir tahun, semoga ada operasi pengamanan dari pihak berwenang. Dan, kami akan segera mengirimkan laporan ke Polres Batu hingga Satpol PP," tambah Asep.

 

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Malang di kawasan Alun-Alun Kota Batu, kemarin (12/11), memang ada lalu-lalang pengamen di parkiran bus depan Plaza Kota Batu. Jika pedagang asongan dan pengamen ketahuan juru parkir (jukir), mereka langsung cepat-cepat menghindar.

 

Di sisi lain, Kepala Satpol PP Kota Batu Bambang Kuncoro menjelaskan, aturan terkait larangan mengamen di atas bus di Kota Batu sepertinya belum ada. Namun, pembinaan anak jalanan ranahnya Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu. "Batasan larangan ngamen di atas bus pariwisata baik dinsos maupun dishub setahu saya belum pernah menerbitkan. Cuman boleh tidaknya ngamen di bus itu tergantung sopir bus tersebut," bebernya. "Bila ada pengaduan pasti akan segera kita tindaklanjuti bersama OPD pembinanya," tambah dia. (ifa/lid).

Editor : Kholid Amrullah
#Kota Batu #bus wisata #pengamen