Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Literasi Kuat, Angka Buta Aksara Menurun

Kholid Amrullah • Kamis, 23 November 2023 | 14:00 WIB
GEBER LITERASI: Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mendorong penguatan literasi dalam Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional di Pasar Induk, Rabu (22/11).
GEBER LITERASI: Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mendorong penguatan literasi dalam Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional di Pasar Induk, Rabu (22/11).

BATU - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menekankan pentingnya pengembangan literasi bagi generasi muda. Selain itu pengembangan literasi diharapkan juga mampu memberantas buta huruf di kalangan orang tua.

Dalam acara Puncak Hari Aksara Internasional di Pasar Induk Among Tani Kota Batu, Rabu (22/11) kemarin (Pj) Wali Kota Batu Aries Agung Paewai menjelaskan, untuk literasi Kota Batu urutan ke-4 di Jatim. Namun, adanya penguatan literasi bagi masyarakat harus terus dilakukan. "Tentu kami ingin angka buta aksara semakin menurun. Dan, acara ini bukan hanya seremonial, tetapi ada PR Pemkot Batu masih panjang ke depannya. Penguatan literasi bukan hanya di jenjang SMP, dan SMA/SMK/MA tetapi sejak SD," tuturnya.

Sekadar informasi, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu pada 2015 silam, angka melek huruf yakni 97,80 persen. Artinya, masih ada 2,2 persen masyarakat Kota Batu yang mengalami buta huruf.

Sementara itu, Sekda Provinsi Jatim Adhy Karyono mengatakan, peran dunia literasi bagi masyarakat sangatlah penting. Baik literasi secara science (menguasai ilmu pengetahuan) maupun matematika (logika berpikir). "Selanjutnya jangan lupakan juga literasi digital. Karena, semua literasi tersebut dapat membawa perkembangan di lingkup internasional," terangnya.

Menurutnya, saat ini data atau acuan yang digunakan selalu berkaitan dengan rata-rata lamanya pendidikan. "Yang terjadi sekarang adalah hanya pendidikan formal yang dihitung. Sedangkan, pendidikan non-formal seperti mengaji hingga pesantren tidak dihitung. Otomatis indeksnya perlu dikaji lebih lanjut," papar Adhy.

Selain itu, dia menyoroti tentang angka melek huruf pada usia 50 tahun ke atas bisa terus menurun di seluruh daerah Jatim. "Semoga kota dan kabupaten di Jatim tidak ada anak yang tidak sekolah. Kami ingin angka buta huruf hilang dan indeksnya kualitas hidup masyarakat semakin baik," tuturnya.

Ditambahkannya, pihaknya ingin anak-anak bisa mengedepankan pendidikan dengan program sekolah gratis. Hanya saja kendalanya yakni angka pernikahan dini masih tinggi di beberapa daerah. "Saya harap program pendidikan pun harus diimbangi dengan perlindungan sosial," tutupnya. (ifa/lid).

Editor : Kholid Amrullah
#Kota Batu #buta aksara #Literasi #Pasar Induk