BATU - Perang yang melanda Palestina membuat beragam elemen tergerak untuk membantu. Tak hanya bantuan barang, kini masyarakat juga mulai memboikot beberapa produk yang disinyalir akan menjadi dana perang bagi Israel. Di Kota Batu, terjadi penurunan jumlah pembelian pada beberapa produk-produk yang diyakini pro Israel.
Salah satu kasir Indomaret di Jalan Sultan Agung berinisial S mengatakan, beberapa produk mengalami penurunan sejak isu Israel dan Palestina mencuat. Di gerai tersebut, produk yang terdampak adalah Aqua dan Kecap Bangau. "Dulu, sehari bisa terjual 60 botol Aqua. Namun sekarang, jumlah yang terjual tak sampai 30 botol per hari," ungkapnya. Selain itu, kepopuleran Kecap Bangau juga menurun. Saat ini, penjualan produk Bangau telah tergeser dengan produk lainnya. Meskipun begitu, suplai tetap disediakan oleh pusat.
Hal yang sama juga dialami oleh gerai Alfamart di Jalan Bromo. Salah satu kasir Alfamart berinisial L mengatakan, terjadi penurunan pembelian di beberapa produk Unilever. "Namun penurunannya tidak drastis. Produk yang terlihat mengalami penurunan adalah Pepsodent dan Sunlight. Padahal kedua produk tersebut sangat diminati sebelumnya," jelas dia. Penurunan penjualan hanya terjadi di dua produk tersebut. Untuk produk Unilever yang lain tidak mengalami penurunan.
Sementara itu, seorang penjual sembako di Desa Beji Hariyati mengatakan, dampak dari isu Palestina dan Israel tidak terlalu besar di dagangannya. "Sebenarnya saya tahu isu tersebut dari pelanggan. Beberapa ada yang mulai beralih dari produk-produk Unilever seperti Sunlight, Dancow, dan lainnya ke produk di luar Unilever," ucapnya. Meskipun begitu, produk-produk Unilever yang lain masih kerap dicari oleh pelanggan. Ia mengatakan, selama masih ada yang berminat menggunakan produk Unilever, maka ia akan tetap kulakan produk tersebut.
Hal serupa juga disampaikan oleh Yeni Kurnia. Pedagang sembako di Pasar Induk Kota Batu tersebut baru mengetahui isu boikot dari salah seorang pembeli. "Pembeli tersebut datang ke toko untuk membeli kecap. Ketika saya tawarkan Kecap Bangau, ia menolak dan berkata bahwa produk tersebut mendukung Israel," jelasnya. Namun selama ini hanya ada satu pembeli yang melakukan boikot. Sementara pembeli yang lain masih tetap berlangganan pada produk yang sama.
Yeni mengatakan, ia tetap akan berjualan dan menyiapkan stok barang seperti biasa. Namun jika nanti keinginan pelanggan berubah, ia akan menyesuaikan. Termasuk dalam isu boikot tersebut. (sif/lid)
Editor : Kholid Amrullah