BATU - Kawasan Jurang Susuh, Desa Giripurno, Kota Batu yang berbatasan dengan Desa Tawangargo, Kabupaten Malang diusulkan dibangun flyover. Ide pembuatan jembatan layang ini diusulkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Kepala Dinas PUPR Kota Batu Alfi Nurhidayat menyampaikan, rencana pembangunan flyover Jurang Susuh masuk ke pusat saat momen peresmian Pasar Induk Among Tani Kota Batu (14/12) lalu. Saat itu hadir Presiden RI Jokowi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. "Jadi, 18 Desember 2023 ada survei dengan Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kementerian PUPR. Ini adalah bukti adanya respons cepat dari teman-teman Kementerian PUPR usai kami menyampaikan ke Pak Menteri," terangnya.
Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Batu Eko Setyawan menjelaskan, tujuan pembangunan flyover di kawasan Jurang Susuh yakni untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas. Pasalnya, daerah tersebut sering kali terjadi kecelakaan efek beberapa kendaraan nekat membawa muatan berlebih.
"Di proposal, kami cantumkan panjang fly over 200 meter dan lebar 7 meter. Dengan estimasi anggaran Rp 56 miliar. Sebenarnya teman-teman P2JN menganggap logis usulan kami tetapi ada beberapa masukan," ungkapnya saat ditemui wartawan koran ini di Dinas PUPR Balai Kota Among Tani Batu, (19/12).
Eko memaparkan, P2JN ingin panjang flyover sekitar 250-300 meter. Sehingga, jika usulan P2JN yang digunakan otomatis estimasi anggarannya lebih dari pengajuan. Bisa lebih dari Rp 56 miliar. "Menurut kami panjang 200 meter dirasa sangat mencukupi (ideal). Tapi, pihak Kementerian PUPR memberikan saran agar penampang jalan baik vertikal dan horizontal harus dipikirkan," tuturnya.
Menurutnya, apabila penampang jalan horizontal disertakan, maka harus ada pembebasan lahan. "Sementara ini kami belum memikirkan ke arah pembebasan lahan. Fokus kami ada membuat draf perencanaan terlebih dahulu," kata Eko.
Sebagai informasi, untuk tahap perencanaan saja pihaknya memerlukan waktu selama 4 bulan. Jika tahap perencanaan tuntas, perkiraan pembangunan flyover membutuhkan waktu 8 bulan ditambah 2 bulan pengadaan. "Jika start perencanaan Januari 2024, kami harus mulai memikirkan banyak hal. Mulai dari mengecek kondisi tanah, ketahanan gempa, dan lain-lain. Untuk rencana saja, kami anggarkan Rp 1 miliar dari APBD 2024," pungkas Eko. (ifa/lid).
Editor : Kholid Amrullah