KOTA BATU – Pemakaman mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko di Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati menyisakan persoalan.
Berbagai kalangan menyoroti pemakaman Eddy di TMP.
Atas sorotan dari banyak pihak itu, keluarga Eddy dikabarkan bersedia memindah jenazah.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang, kesediaan memindahkan jenazah disampaikan Dewanti Rumpoko dalam pertemuan bersama TNI, Rabu lalu (3/1).
Dewanti merupakan istri Eddy sekaligus Wali Kota Batu 2017-2022.
Pertemuan di Jambuluwuk Convention Hall & Resort Batu itu dihadiri beberapa pejabat TNI.
Di antaranya Kamak Kogartap III/Surabaya Letkol Inf Budi Hercayono dan Kas Sub Kogartap 0833/ Malang Mayor Arh Purwanto.
Sedangkan dari unsur pemkot batu ada Asisten Setda Kota Batu Sugeng Pramono dan Kepala Dinsos Kota Batu Ririk Mashuri.
Kemudian Dewanti didampingi putrinya, Gisnan.
Pada pertemuan itu, Letkol Inf Budi Hercayono menjelaskan kepada Dewanti terkait ketentuan dan aturan tata cara pemakaman di TMP.
”Siapa saja berhak dimakamkan di TMP/TMB ya sesuai Permenhan RI Nomor 37 Tahun 2014. Maupun Perpang TNI Nomor 46 Tahun 2020 tentang TUM TNI,” ujar Budi.
Usai mendapat penjelasan, Dewanti meminta maaf kepada pihak-pihak, terutama Kogartap III/Surabaya selaku institusi TNI yang diberi kewenangan sebagai penyelenggara pemakaman militer/sipil di TMP.
Dewanti menyadari bahwa bukan haknya Eddy untuk dimakamkan di TMP.
Selanjutnya, Dewanti bersedia memindahkan jenazah Eddy dari TMP ke taman pemakaman umum (TPU).
Namun untuk pemindahan masih menunggu rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu dan kesiapan pihak keluarga.
Hingga berita ini ditulis, Dewanti tidak merespons saat dikonfirmasi wartawan koran ini.
Panggilan mulai sore hingga malam juga tidak dijawab.
Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Batu Ririk Mashuri menerangkan, keputusan siapa yang bisa dimakamkan di TMP merupakan kewenangan Garnisun.
”Pengelolaan TMP itu di dinas sosial, namun untuk siapa yang dimakamkan ya sesuai protap Garnisun,” ujarnya.
Ririk mengatakan pemakaman Eddy Rumpoko di TMP Suropati merupakan inisiatif Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).
Dia mengatakan, Eddy pernah mendapat penghargaan dari LVRI pada 2015 di Jakarta. (ifa/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana