BATU - Parkir Pasar Induk Kota Batu akan dilakukan dengan menggunakan sistem gate. Pemasangan gate telah rampung dan sudah melakukan sekali uji coba pada Senin (8/1). Meskipun masih belum diketahui kapan sistem gate tersebut akan dioperasikan, namun para pedagang menyambut baik adanya gate tersebut.
Salah seorang pedagang Johan Bambang Irawan mengatakan, kalau untuk pedagang sebenarnya parkir gratis. Jika ada yang membayar, maka hal tersebut dilakukan secara sukarela. Karena itu ada atau tidak adanya gate tidak terlalu berpengaruh bagi para pedagang. Namun beberapa pengunjung mengeluh tentang parkir. "Jadi ketika mereka berpindah dari zona sayur ke buah mereka harus membayar parkir 2 kali," katanya.
Johan takut keluhan tersebut menyebabkan masyarakat malas untuk datang ke pasar Induk Kota Batu. Oleh karena itu, dengan adanya sistem gate, Johan berharap dapat memudahkan mobilisasi pengunjung di dalam Pasar Induk Kota Batu. "Bisa dibilang, adanya gate parkir merupakan impian pedagang agar para pengunjung betah berbelanja. Hal tersebut juga dapat mempermudah mobilitas dari zona satu ke yang lain tanpa membayar parkir lebih," ucap pedagang sayur tersebut.
Sementara itu, pedagang lain Rifky mengatakan, akses parkir untuk menurunkan barang sangat susah. Hal ini dikarenakan, depan rukonya digunakan sebagai parkir motor. Hal tersebut mempersulit akses keluar masuk barang. "Kalau boleh dibilang selama ini penataan parkir tidak terlalu bagus," ujarnya.
Rifky berharap dengan adanya gate, alur parkir makin tertata. Selain itu, penataan parkir dan tempat untuk menurunkan barang menjadi lebih baik. "Saya juga berharap pengunjung menjadi lebih nyaman dalam berbelanja dengan adanya gate parkir tersebut," katanya.
Di lain sisi, salah seorang juru parkir Toni mengatakan ketidaksetujuan terhadap parkir gate yang ada di Pasar Induk kota Batu. Ia mengatakan, pembangunan gate parkir ini tidak ada koordinasi antara UPT Pasar dengan para juru parkir. Harapannya, parkir di pasar induk dapat diatur oleh jukir-jukir yang telah ada. "Kami sudah puluhan tahun di sini. Harapan ke depan, parkir di pasar Induk Kota Batu juga melibatkan masyarakat lokal seperti kami," ungkapnya.
Sementara itu upaya negosiasi telah dilakukan beberapa kali antara jukir dan UPT Pasar. Namun sampai sekarang belum menemukan titik akhir. Toni juga mengakui bahwa sampai saat ini parkir di Pasar Induk Kota Batu belum masuk retribusi. "Saya berharap sebelum keputusan final antara para jukir dan UPT. Pasar, gate ini tidak akan dioperasikan terlebih dahulu," pungkasnya. (sif/lid)
Editor : Kholid Amrullah