BATU - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu telah menetapkan tanggal perpindahan pedagang kaki
lima (PKL) Pasar Pagi pada 6 Mei mendatang.
Sebanyak 1.057 pedagang akan pindah ke Pasar Induk Kota Batu.
Hingga kemarin (25/4) mereka masih beraktivitas seperti biasa di pasar relokasi yang menempati Stadion Brantas.
Sri Andayani, salah seorang pedagang mengatakan, Pemkot Batu melalui dinas terkait telah
melakukan sosialisasi kepada para pedagang bahwa mereka harus pindah pada 6 Mei
mendatang
”Kalau saya mungkin mulai pindahan tanggal 5 Mei. Soalnya barang yang saya bawa juga
sedikit dan bongkarnya juga cepat,” kata ibu anak satu itu.
Hingga tanggal 5 Mei mendatang, nenek 3 cucu itu mengaku akan tetap beraktivitas seperti
biasa di pasar relokasi.
Tiap hari dia harus menyiapkan 300 hingga 400 butir kelapa.
Menata dagangan pada sore hari untuk dijual mulai pukul 03.00 sampai 08.00 pagi.
”Saya memang sangat berharap bisa segera pindah ke Pasar Induk Kota Batu,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Pedagang Pasar Pagi Rubiyanto mengaku belum tahu kapan para
pedagang mulai membongkar lapak masing-masing di dalam stadion.
Sebab tidak ada kesepakatan antar-pedagang.
”Malah mungkin ada yang tidak membawa apa pun dari pasar relokasi. Sebab meja lapak akan
diganti baru,” ujarnya.
Dia menambahkan, dari pihak Pemkot Batu sudah mengimbau para pedagang mulai pindah ke
pasar induk.
Tanggal 6 Mei diharapkan menjadi batas akhir proses perpindahan.
Setelah itu tidak ada lagi pedagang yang bertahan di tempat relokasi.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Batu
Aries Setiawan menjelaskan, pihaknya terus menyiapkan meja untuk pedagang sebelum 6 Mei
mendatang.
Meja dagangan dibuat seragam agar lebih mendukung estetika.
Nantinya, setiap pedagang ditempatkan berdasar zonasi.
Beberapa zona yang sudah ada antara lain, pangan basah, pangan kering, pangan siap saji,
dan nonpangan.
”Untuk penataan, meja yang disediakan berukuran 1 x 1,8 meter dan harus seragam. Sebagian
pedagang akan mendapatkan los seluas 1 x 2 meter,” katanya.
Jam operasional untuk pedagang pasar pagi akan dimulai pada pukul 22.00 hingga 07.00.
Diharapkan nanti pedagang bisa menaati peraturan dan kesepakatan waktu tersebut.
Itu agar tidak mengganggu aktivitas Pasar Among Tani pada siang harinya. (sif/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana