Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Terkenal di Kalangan Milenial era 1990 sampai 2000-an, Begini Wajah Terkini Wisata Payung Kota Batu

Mahmudan • Rabu, 29 Mei 2024 | 17:52 WIB

 

DITINGGALKAN WISATAWAN: Kendaraan melintasi beberapa kafe yang berjajar di Wisata Payung, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu kemarin.
DITINGGALKAN WISATAWAN: Kendaraan melintasi beberapa kafe yang berjajar di Wisata Payung, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu kemarin.

BATU – Bagi kalangan milenial ke atas, wisata Payung Kota Batu adalah kenangan masa muda.

Memadu asmara di wisata Payung sembari menikmati Kota Batu malam hari adalah kesukaan muda-mudi yang kuliah di Malang medio 1990-2000.

Namun, menjamurnya kafe yang menyuguhkan view pegunungan di Malang raya berdampak terhadap wisata Payung Kota Batu.

Jumlah kunjungan wisatawan merosot drastis, sehingga pedagang merugi.

Untuk membangkitkan seperti semula, objek wisata di Kelurahan Songgokerto itu bakal direvitalisasi.

Fokusnya adalah membuat penampilan lebih modern.

Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengatakan, secara kasatmata area Payung sudah kumuh.

Konsepnya juga masih lawas.

"Sehingga wisatawan enggan berkunjung ke sana,” kata Aries saat menghadiri Batu Bisnis Festival kemarin (28/5).

Pihaknya telah membuat konsep baru dalam pengembangan wisata Payung.

Area tersebut akan di konsep modern, tapi tetap ramah lingkungan.

”Akan disiapkan spot-spot pengembangan wisata dengan konsep yang telah kami sediakan,” kata Aries yang merangkap kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jatim itu.

Dalam prosesnya nanti, Pemkot akan bekerja sama dengan Perhutani.

Itu karena wisata Payung berada di wilayah Perhutani.

Namun Aries tidak menutup kemungkinan ada investor turut bergabung.

"Ada puluhan tempat di area Payung yang akan kami tawarkan ke investor," ucap pejabat eselon II A itu.

Senada dengan Aries, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan, dinamika di wisata Payung perlu menjadi perhatian pemerintah.

Pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman dengan Perhutani untuk mengembangkan kawasan tersebut.

"Rencananya, pengembangan akan dilakukan dalam waktu dekat," ungkapnya.

Dia menegaskan, penataan kawasan akan dibuat futuristic untuk menggaet wisatawan yang masuk ke Kota Batu.

Selain itu, lanjutnya, kajian-kajian terkait bencana longsor juga terus dilakukan.

"Agar kawasan tersebut terjamin pengamanan dan keamanannya," terang Arief.

Di sisi lain, Administratur Perum Perhutani KPH Malang Loesy Triana mengatakan, perjanjian nota kesepahaman telah disepakati dinas pariwisata dan Perhutani.

"Melihat kondisi wisata Payung yang seperti itu, kita sudah koordinasi dengan dinas pariwisata Kota Batu untuk revitalisasi kawasan Payung," ucapnya.

Tak sekadar revitalisasi, pihaknya juga akan mengadakan edukasi mengenai cara pengelolaan kafe.

Karena selama ini paguyuban hanya berjalan tanpa ada pengelolaan yang baik.

"Harapannya dengan revitalisasi ini perekonomian di Payung akan berkembang," pungkasnya.(sif/dan)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Pacaran #Milenial #mahasiswa #payung kota batu