BATU - Pengeroyokan yang membuat RWK (siswa SMPN 2 Batu) meninggal akan terus diingat warga Kota Batu.
Itu setelah Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai telah menetapkan tanggal 31 Mei sebagai hari antibullying di Kota Batu.
Waktu tersebut diambil dari tanggal berpulangnya RWK akibat dikeroyok lima temannya.
Aries mengatakan, penetapan 31 Mei sebagai hari anti-bullying bertujuan untuk terus mengenang peristiwa yang dialami RWK.
Sehingga, seluruh masyarakat terus mengingat bahaya dari bullying.
Penetapan hari anti-bullying itu dia sampaikan setelah membuka acara Car Free Day (CFD) di Jalan Sultan Agung, Kota Batu, kemarin (9/6).
”Saya minta kita sama-sama mengawasi anak-anak. Sementara anak-anak juga jangan takut untuk melapor bila melihat atau menjadi korban bullying,” kata Aries.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim itu berjanji pihaknya akan memberikan pendampingan kepada mereka yang terlibat bullying.
Baik kepada pelaku maupun korban.
”Sehingga, tindakan bullying bisa segera tertangani. Misalnya kalau di sekolah ya dilaporkan kepada gurunya,” ujarnya.
Aries berharap peringatan hari anti-bullying pada 31 Mei itu bisa terus merawat ingatan masyarakat Kota Batu.
Selain itu juga, terus menjaga semangat untuk menciptakan kondusivitas di Kota Batu tanpa adanya bullying.
Setelah membuka CFD, Aries melakukan pengalungan rangkaian bunga di poster besar bergambar mendiang RWK.
Selain itu, ada sesi penandatanganan komitmen antibullying juga dia lakukan dan diikuti masyarakat Kota Batu yang hadir.
Termasuk para pelajar yang saat itu hadir.
Bahkan, mereka juga membuat beberapa poster yang berisi tentang ajakan setop bullying.
Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Jawa Timur Febri Kurniawan Pikulun menambahkan, pihaknya turut prihatin dengan apa yang baru saja terjadi di Kota Batu.
Kendati begitu, pihaknya mengapresiasi langkah cepat dari Pemkot Batu untuk menangani kasus tersebut.
Termasuk dalam melakukan pendampingan kepada keluarga korban.
Dia juga mengapresiasi masyarakat Kota Batu yang kompak melakukan seruan antibullying.
Dia berharap hal itu terus terjaga.
Sehingga, kejadian yang menimpa RWK tidak terulang kembali.
”Kami berharap ini pertama dan terakhir. Kita awasi samasama agar tidak ada anak-anak yang terlibat sebagai pelaku maupun korban bullying,” pungkasnya. (dre/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana