TERAWAT: Milo menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung Batu Love Garden (Baloga).
Pesona Milo, Kuda Gipsi Asal Inggris di Batu Love Garden
MILO adalah kuda asal Inggris yang didatangkan ke Kota Batu oleh Jatim Park Group 11 tahun lalu.
Ia bukan kuda gipsi pertama yang didatangkan ke Kota Batu.
Tiga kuda gipsi betina lebih dulu datang di Batu Secret Zoo atau Jatim Park 2.
Baca Juga: Wisata Edukasi Bunga, Baloga (Batu Love Garden)
Namun, Milo menjadi satu-satunya kuda pejantan dari empat kuda gipsi yang didatangkan langsung dari Inggris.
Tak banyak kuda gipsi di Indonesia.
Bahkan tak semua kebun binatang dan taman safari memiliki koleksi salah satu kuda tercantik di dunia itu.
Apalagi, Milo masih produktif secara seksual.
Setidaknya sudah ada sembilan anakan kuda gipsi dari perkawinan Milo dengan tiga kuda betina gipsi lainnya di Jatim Park 2.
Milo dibawa ke Indonesia pada 2011.
Saat itu usianya sekitar 3 tahun.
Namun, ukuran tubuhnya sudah nyaris seperti saat berusia 16 tahun seperti sekarang.
Tingginya sekitar 2 meter.
Perjalanan Milo ke Indonesia tentu tidak mudah.
Sama seperti manusia, Milo juga harus mengantongi beberapa dokumen resmi, termasuk paspor.
Data pada paspor itu sesuai dengan identitas Milo sejak lahir, termasuk namanya.
Bahkan data tersebut disimpan dalam sebuah chip yang terpasang di area dadanya.
Tanpa paspor, Milo tidak akan bisa berada di Kota Batu seperti saat ini.
Baca Juga: Batu Love Garden, Paduan Hawa Sejuk dan Hamparan Bunga berbagai Varian
Selain dokumen administrasi, persiapan lainnya juga dilakukan untuk mendatangkan Milo.
Salah satunya melakukan karantina sebelum pemberangkatan ke daerah tujuan.
Hal itu dilakukan agar Milo tak mengalami gangguan kesehatan saat melakukan perjalanan.
Baik secara fisik maupun mental.
Misalnya, dengan pemberian vitamin dan pembiasaan berada dalam sebuah boks yang akan digunakan saat naik pesawat.
Setelah sampai di negara tujuan, karantina kembali dilakukan.
Itu untuk memastikan kondisi Milo dan membantu proses adaptasi dengan lingkungan baru.
Kapten Animal Baloga Teguh Kustiawan menjelaskan, masing-masing karantina dilakukan selam 14 hari.
Biasanya dilakukan di tempat khusus.
Seperti Instalasi Karantina Hewan (IKH) di Jakarta.
Beruntung Jatim Park Group sudah memiliki tempat karantina sendiri.
Sehingga, karantina hewan yang dari luar negeri maupun yang baru masuk ke Batu Secret Zoo sudah bisa dilakukan secara mandiri.
Milo lebih banyak harus beradaptasi dengan cuaca.
Itu karena cuaca di Inggris jauh lebih dingin.
Baca Juga: Ini Harga Tiket Masuk Batu Love Garden Jatim Park 4 di Kota Wisata
Kondisi itu pula yang menyebabkan rambut Milo tak lagi lebat seperti di negara asalnya.
Untungnya rambut di beberapa bagian tubuh yang menjadi ciri khas kuda gipsi masih tetap ada.
Seperti rambut di bagian lutut hingga ujung kaki yang tidak dimiliki jenis kuda lain.
Namun, keberadaan rambut itu membutuhkan perawatan yang baik agar tetap terlihat cantik.
Seperti yang telah dilakukan Teguh selama ini.
Setiap pagi dia memandikan Milo sebelum mengajaknya jalan-jalan keliling area Baloga.
Agar rambutnya sehat dan kelihatan indah, Milo dimandikan menggunakan sampo.
”Kami pakai shampoo Makarizo untuk memandikan Milo,” ujarnya.
Setelah mandi, Milo akan dibawa berjalan-jalan sambil menunggu badannya kering.
Setelah itu baru diberikan makan pagi.
Sarapannya sederhana saja, yakni rumput hijau sebanyak 5-6 kilogram.
Dalam sehari Milo makan dua kali. Pagi dan sore. Menu makan sorenya sedikit lebih banyak.
Yakni rumput hijau sebanyak 15-20 kilogram.
Itu pun masih dicampur dengan gandum sebanyak 5 kilogram dan nutrisi royal horse 1/4 kilogram.
Di area Batu Love Garden, Milo tidak hanya bisa dipandang dari kejauhan saja.
Pengunjung juga bisa menunggangi kuda tersebut.
Rata-rata dalam sehari ada sekitar 20 - 25 orang yang bergiliran duduk di punggung Milo dan berjalan-jalan.
Setelah itu, Milo akan memberikan sinyal untuk segera mendapatkan haknya beristirahat dan makan.
”Biasanya setelah bekerja, Milo akan guling-guling di pasir. Setelah itu makan sore,” imbuh Teguh.
Berkat perawatan yang telaten, Milo sangat jarang sakit.
Cek kesehatan dilakukan secara rutin.
Pengerokan rambut dan bulu di beberapa bagian dilakukan setiap hari.
Sedangkan potong kuku dilakukan setiap enam bulan sekali.
Milo juga masih sering bawa ke Batu Secret Zoo untuk pengembangbiakan kuda gipsi.
Biasanya ia tinggal di sana selama seminggu.
Sebab, proses pembuahan kadang tak cukup dilakukan satu kali saja.
Sejauh ini keberhasilan pembuahan Milo cukup tinggi.
“Karena kadang ada pejantan yang kosong alias tidak bisa menghamili betinanya karena mandul,” pungkas Teguh. (*/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana