Baginya, itu menjadi bagian dari konsekuensi pilihan yang dia ambil.
”Sejak November 2023 pasca penetapan sampai Februari 2024 itu saya tidak bimbingan sama sekali,” ucapnya.
Karena itu, saat ini Farhan terpaksa me nambah satu semester untuk menyelesaikan skripsinya.
Beruntung, bulan Juni lalu dia sudah menjalani seminar proposal.
Dia tinggal fokus melakukan penelitian di lapangan.
Topik penelitian yang diangkatnya yakni dampak penutupa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung.
Topik itu sengaja diangkat untuk lebih memahami perma salahan riil di Kota Batu.
Khususnya problem persampahan.
Meski mengusung tema itu, Farhan sebenarnya lebih tertarik dengan bidang pembangunan ekonomi.
Alasan tersebut membuat anak bungsu dari tiga bersaudara itu berharap bisa masuk di komisi B.
Farhan ingin lebih mengem bangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Batu.
Mulai dari perencanaan bisnis, operasional, manajemen, hingga promosinya.
Tentu saja tak lepas dari pemanfaatan media sosial.
”Termasuk nanti saya ingin memanfaatkan media sosial saya juga untuk promosi UM KM di Kota Batu,” tambahnya.
Terkait perjalanannya mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif di Kota Batu hingga resmi terpilih, Farhan menolak jika hal itu sebatas aji mumpung.