Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ungguli Perolehan Suara Ayah di Pileg DPRD Kota Batu, Muhammad Farhan Alkatiri Kini Fokus Selesaikan Skripsi

Bayu Mulya Putra • Selasa, 20 Agustus 2024 | 23:00 WIB

ADA TANGGUNGAN SKRIPSI: Muhammad Farhan Alkatiri ditemui Jawa pos Radar Malang di salah satu kafe di Kota Batu, Jumat lalu (16/8)
ADA TANGGUNGAN SKRIPSI: Muhammad Farhan Alkatiri ditemui Jawa pos Radar Malang di salah satu kafe di Kota Batu, Jumat lalu (16/8)

Muhammad Farhan Alkatiri bakal menjadi anggota DPRD Kota Batu termuda periode 2024-2029.
Sebelumnya, pria berusia 21 tahun itu dikenal sebagai content creator di dua media sosial.
Dia mendapat 1.455 suara.

SEBELUM pemilu legislatif (pileg) bulan Februari lalu, sejumlah warga Kota Batu mengenal sosok Muhammad Farhan Alkatiri sebagai content creator.

Lewat akun @farhanmayor, dia sering menghiasi Instagram dan TikTok.

Aktivitas itu rutin dilakukannya sejak 2019.

Kini, popularitasnya semakin meningkat setelah terpilih sebagai anggota DPRD Kota Batu.

Farhan tinggal menunggu jadwal pelantikan anggota DPRD Kota Batu periode 2024 2029 yang akan digelar 30 Agustus mendatang.

Di tengah menunggu proses pelantikan itu, Farhan kini juga fokus melanjutkan skripsinya.

Pengerjaan tugas akhir itu sempat macet saat dia mengikuti kontestasi pileg.

Saat itu, sebenarnya dia tinggal selangkah lagi mengantongi gelar sarjana administrasi publik (SAP) dari Universitas Brawijaya (UB).

Baca Juga: Kandidat Ketua DPRD Kota Malang Mengerucut ke Tiga Nama

Namun, dia tak menyesali hal tersebut.

Baginya, itu menjadi bagian dari konsekuensi pilihan yang dia ambil.

”Sejak November 2023 pasca penetapan sampai Februari 2024 itu saya tidak bimbingan sama sekali,” ucapnya.

Karena itu, saat ini Farhan terpaksa me nambah satu semester untuk menyelesaikan skripsinya.

Beruntung, bulan Juni lalu dia sudah menjalani seminar proposal.

Dia tinggal fokus melakukan penelitian di lapangan.

Topik penelitian yang diangkatnya yakni dampak penutupa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung.

Topik itu sengaja diangkat untuk lebih memahami perma salahan riil di Kota Batu.

Khususnya problem persampahan.

Meski mengusung tema itu, Farhan sebenarnya lebih tertarik dengan bidang pembangunan ekonomi.

Alasan tersebut membuat anak bungsu dari tiga bersaudara itu berharap bisa masuk di komisi B.

Farhan ingin lebih mengem bangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Batu.

Mulai dari perencanaan bisnis, operasional, manajemen, hingga promosinya.

Tentu saja tak lepas dari pemanfaatan media sosial.

”Termasuk nanti saya ingin memanfaatkan media sosial saya juga untuk promosi UM KM di Kota Batu,” tambahnya.

Terkait perjalanannya mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif di Kota Batu hingga resmi terpilih, Farhan menolak jika hal itu sebatas aji mumpung.

Baca Juga: Genjot Perputaran Ekonomi, DPRD Kota Malang Minta Dana Proyek Fisik Terserap per 1 September

Terlebih jika namanya hanya dikaitkan dengan kesuksesan Fahmi Alkatiri, ayahnya yang menjadi anggota Komisi B DPRD Kota Batu Periode 20192024.

Keduanya sama sama merupakan kader dari partai Nasdem.

Ayahnya menjabat sebagai sekretaris partai.

Farhan merasa statusnya sebagai anakanggota dewan tak berdampak banyak.

Meski beberapa masyarakat kenal dia lantaran sang ayah.

Dia menolak anggapan bila usahanya hanya memanfaatkan nama ayahnya.

Sebab, Farhan dan Fahmi sama sama mencalonkan diri sebagai anggota legislatif periode 2024-2029.

Sehingga, keduanya sama sama sibuk untuk mencari suara.

Sampai akhirnya, pria berusia 21 tahun itu mengungguli perolehan suara ayahnya dan lolos melenggang ke gedung DPRD Kota Batu.

Sementara, Fahmi gagal menyandang status sebagai anggota dewan pada periode ketiganya.

Baca Juga: DPRD Kota Malang Seriusi Lagi Pembangunan SMA Negeri di Blimbing

Saat itu, Fahmi hanya memperoleh 1.072 suara.

Sedangkan Farhan memperoleh 1.455 suara.

Ketertarikan Farhan nyemplung ke dunia politik memang tak lepas dari sosok ayah.

Dengan menjadi anggota legislatif, dia merasa bisa bermanfaat untuk banyak orang.

Predikatnya sebagai selebgram dan seleb TikTok membuat pria kelahiran 26 September 2002 itu meresa terbantu saat nyaleg.

”Saya rasa itu yang membuat masyarakat percaya dengan saya,” ungkapnya.

Dalam kontenkontennya, dia kerap memberikan bantuan sembako kepada tukang becak, manusia silver, dan penjual yang masih usia anakanak.

”Nanti biar masyarakat yang menilai kinerja saya,” pungkasnya. (*/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#dprd kota batu #Muhammad Farhan Akatiri #UB