KOTA BATU - Rumah dua lantai di Jalan Semeru, Kelurahan Sisir, Kota Batu terbakar kemarin pagi (21/12) sekitar pukul 07.30.
Dugaan sementara, api muncul dari charger ponsel yang mengalami korsleting.
Hartono, pemilik rumah tersebut diestimasi mengalami kerugian sekitar Rp 75 juta.
Sebab, usaha laundry miliknya juga ikut hangus terbakar Orang pertama yang mengetahui kebakaran itu adalah Faruq Mualimin, tetangga Hartono.
Dia awalnya melihat kepulan asap dari jendela lantai dua rumah Hartono.
Saat itu, Faruq sedang beristirahat di rumahnya yang berada di belakang tempat kejadian.
Biasanya, rumah milik Hartono itu dihuni lima orang.
Selain dia, ada satu anak perempuannya dan ketiga cucu Hartono yang masih SD dan SMP. Saat itu, Hartono dan anaknya berada di lantai satu.
Keduanya samasama tidur di kamar masingmasing.
Sementara anak-anak bermain di depan rumah.
”Setahu saya di lantai dua itu untuk laundry dan ada satu kamar anak-anak,” ucap Faruq.
Tetangganya itu memang membuka usaha laundry baju.
Dugaan kuat muncul percikan api dari kamar di lantai dua.
Sebab salah satu stop kontak dekat dipan sedang terhubung dengan charger ponsel.
Percikan api yang muncul dengan cepat merembet ke barangbarang lain.
Seperti kasur dan lemari kayu.
Api semakin membesar dan merembet ke ruang di depan kamar yang berisi ratusan pakaian.
”Waktu itu api semakin membesar dan akhirnya saya telepon Damkar,” lanjut Faruq.
Beberapa warga sekitar mulai berusaha membantu memadamkan api dengan alat seadanya.
Pihak damkar datang 15 menit kemudian.
Posisi seluruh lantai dua rumah itu sudah hangus terbakar.
Api juga tampak hendak merembet ke rumah tetangga.
Namun, petugas berhasil mencegahnya.
Posisi rumah yang berada di gang sempit sempat menyulitkan petugas.
Proses pemadaman memakan waktu sekitar 45 menit.
Total ada tiga unit mobil damkar yang diterjunkan ke lokasi.
”Meski sedikit terhambat, kami bisa menyelesaikan tugas dengan baik dan mencegah api menghabisi lantai satu juga,” ujar Kepala Damkar Kota Batu Santoso Wardoyo. (aff/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana