BATU - Enam korban kecelakaan bus pariwisata Sakhindra Trans masih menjalani perawatan di dua rumah sakit Kota Batu.
Satu pasien yang kondisinya sudah membaik, yakni M. Syafiudin, dipulangkan kemarin sore (10/1).
Kasubbidyanmeddokpol RS Bhayangkara Hasta Brata Batu Iptu dr Arifian Juari SpOG (K) membenarkan.
RS Hasta Brata telah menerima kabar penanganan dua pasien dengan luka serius di RSSA.
Korban bernama Tino Triessula cedera di kepala, dada, dan shock hypovolemic.
”Pasien sudah melakukan tindakan awal CT-scan kepala dan bedah plastik untuk membersihkan luka,” ujar Arif.
Bahkan Tino juga telah menjalani operasi bedah toraks, kardiovaskuler, urologi, dan ortopedi.
Operasi itu sekaligus memudahkan pembersihan jaringan luka agar tidak terinfeksi, penutupan luka langsung, dan mencegah komplikasi.
Untuk korban bernama Mustofa, 19, didiagnosis mengalami cedera pada otak, cedera dada, dan tulang belakang.
Tindakan yang sudah dilakukan adalah menganalisis kondisi kepala menggunakan CT scan, mendeteksi kondisi bagian dada dengan x-ray, dan blood gas analysis.
”Tim medis juga melakukan bedah digesif dan bedah ortopedi untuk memudahkan CT-scan area seluruh tulang belakang. Termasuk kami pasang Proximal Femoral Nail Antirotation (PFNA) untuk stabilisasi fraktur,” tambahnya.
Sementara itu, empat korban lain di Rumah Sakit Bhayangkara TK III Hasta Brata Batu juga telah mendapatkan beberapa tindakan.
Misalnya M. Syafiudin dilakukan tindakan operasi tulang belikat.
Setelah operasi, kondisinya dinyatakan membaik dan dipindahkan ke ruang rawat inap pada pukul 14.00.
Tiga jam kemudian atau pukul 17.00, pria yang kehilangan anak dan istrinya pada kecelakaan bus Sakhindra Trans itu dipulangkan ke Jember.
Arif menambahkan, dua korban lain masih ada di ruang ICU.
Mereka adalah Umi Dimami, 48, dan Sugiarti, 60.
Umi, telah menjalani operasi perbaikan luka karena cedera kepala ringan.
Tapi dia masih mengeluhkan nyeri pasca operasi.
Sedangkan Sugiarti didiagnosis mengalami cedera kepala ringan dan contusio musculorum atau cedera pada jaringan lunak bawah kulit dan otot akibat benturan.
Hingga kemarin yang bersangkutan masih merasakan nyeri di dada dan pusing.
Satu korban luka lainnya, yakni M. Bayu juga sudah membaik.
Nyeri yang dirasakan sudah berkurang dan tidak memiliki keluhan lain.
Bayu termasuk pasien yang rencananya dipulangkan kemarin.
Menurut Arif, secara umum kondisi keempat pasien di RS Bhayangkara TK III Hasta Brata Batu terus membaik.
Tinggal mengawasi proses pemulihan agar berjalan lebih optimal.
“Kami tetap upayakan pantau perkembangannya dari dokter penanggung jawab,” jelasnya. (ori/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana