BATU - Wali Kota Batu Nurochman dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto akhirnya resmi memimpin pemerintahan Kota Batu.
Keduanya melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) dari purna Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai di Gedung Graha Pancasila Balai Kota Among Tani Batu kemarin (2/3).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Baca Juga: Khofifah-Emil Segera Paparkan Visi-Misi Usai Retreat dan Persiapkan Sertijab 22 Daerah di Jatim
Kota Batu menjadi kota pertama di Jawa Timur yang melaksanakan sertijab pascakepulangan dari retret di Magelang sejak 21-28 Februari lalu.
Dalam sambutannya Wali Kota Batu Nurochman memberikan apresiasi kepada purna Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai.
Dia menilai Aries punya dedikasi yang tinggi dalam kepemimpinannya selama 2 tahun ini.
Baca Juga: Wakil Walikota Malang Ali Muthohirin “Kulo Nuwun” Di Balaikota Malang
Untuk itu, dia berkomitmen melanjutkan apa yang sudah berjalan dengan baik.
“Saya dan Mas Heli berkomitmen mewujudkan visi misi mBatu SAE yang telah tertuang dalam sembilan Nawa Bhakti untuk memajukan Kota Batu,” terangnya.
Di antaranya meningkatkan sumber daya manusia (SDM), mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), membangun infrastruktur, dan mengembangkan kebudayaan daerah.
Pria yang akrab disapa Cak Nur itu juga akan fokus dalam pengendalian tata ruang, pemerintahan, keamanan, dan peningkatan kerja sama dengan pemangku kepentingan.
“Kami akan mengangkat segala potensi yang ada di Kota Batu dengan merangkul seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.
Pria asli Desa Sumberejo itu juga menegaskan bila Nawa Bhakti akan terus selaras dengan Asta Cita.
Dengan begitu, akan terjadi penguatan segala program yang mendukung generasi emas 2045.
Itu senada dengan pesan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Dia meminta agar Nawa Bhakti harus seiring sejalan dengan Asta Cita.
Baca Juga: Jatim Park II Kota Batu Miliki Wahana Virtual Immersive Park (VIP) Pertama di Indonesia
Khofifah menyebut rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) perlu diturunkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Batu.
“Setidaknya ada waktu enam bulan untuk proses pembuatan RPJMD Provinsi yang dapat menjadi rujukan daerah,” ujarnya.
Gubernur dua periode itu menekankan agar setiap indikator kinerja yang ditetapkan berorientasi terhadap optimalisasi potensi daerah.
Meski begitu Khofifah menilai capaian kerja Kota Batu cukup positif.
Itu terbukti dari beberapa aspek.
Misalnya, Kota Batu berhasil menduduki posisi terendah untuk tingkat kemiskinan ekstrem dan tingkat pengangguran terbuka (TPT).
Selain itu, juga masuk 10 besar berdasarkan capaian indeks pembangunan manusia (IPM).
Ia berharap pergantian nakhoda baru Kota Batu dapat membawa capaian yang lebih baik. (ori/dre/adv)
Editor : Aditya Novrian