BATU - Dari 137 calon jemaah haji (CJH) dari Kota Batu baru 105 saja yang sudah dinyatakan istitaah.
Artinya masih ada 32 CJH yang belum berstatus mampu menjalankan serangkaian ibadah haji di tanah suci.
Mayoritas disebabkan kondisi kesehatan yang bermasalah.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu Basuki Rachmat mengatakan banyak CJH yang punya riwayat penyakit diabetes.
Dia mengaku pendampingan dari dinas terkait terus dilakukan.
Tujuannya untuk terus memperbaiki kondisi kesehatan CJH yang belum berstatus istitaah.
Tim medis akan terus melakukan pengecekan kesehatan secara rutin.
Yakni setiap seminggu sekali. Jika sudah dinyatakan sehat dan istitaah, CJH tinggal melakukan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih).
Basuki menyampaikan rombongan CJH Kota Batu masuk gelombang pemberangkatan kedua.
Itu artinya, CJH masih punya banyak waktu untuk mempersiapkan kondisi fisik dan kesehatannya.
Dia berharap CJH mulai rutin berolahraga dan menjaga pola makan.
Apalagi nantinya terdapat pengurangan jumlah tenaga medis pada saat ibadah haji.
Dari semula berjumlah tiga orang dalam satu kloter menjadi satu orang saja.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Aditya Prasaja mengatakan ada tiga tantangan kesehatan CJH.
Yakni diabetes dengan nilai HbA1c di atas 8 untuk yang berkomorbid, hipertensi stadium 3, dan cardiomegaly.
“CJH yang belum istitaah sudah melakukan treatment obat untuk sisa waktu 2 bulan sebelum keberangkatan ini,” tandasnya. (iza/dre)
Editor : Aditya Novrian