BATU – Event tahunan Bantengan Nuswantoro di Kota Batu selalu ditunggu-tunggu para penonton dari berbagai daerah. Terbukti ribuan orang memadati ruas Jalan Gajah Mada dan Jalan Panglima Sudirman Kota Batu kemarin (3/8). Mereka tengah menonton 135 paguyuban bantengan yang tampil dalam acara bertajuk Bantengan Nuswantara Trance. Event ke 17 tersebut mengusung tema Nyawiji Kawulo Lestari Widodo.
Berangkat dari Stadion Gelora Brantas Kota Batu, pertunjukan memukau itu berjalan mengitari Kota Batu. Suara pecutan cambuk mengiringi langkah kaki para pemain bantengan. Mereka dipersilakan untuk unjuk kebolehan di depan panggung kehormatan dan berakhir di Rumah Dinas Wali Kota Batu.
Di garis finish, para peserta juga turut menampilkan semburan api dan tari-tarian. Beberapa pengunjung tampak kaget ketika banteng mulai mengamuk. Namun, itu disusul dengan sorak sorai dan tepuk tangan penonton di akhir atraksi kelompok bantengan.
Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto mengungkapkan, pertunjukan tersebut tak hanya diikuti oleh warga asli Kota Batu dan Malang Raya. Namun juga mengundang beberapa tamu internasional untuk tergabung dalam pertunjukan tahunan itu. “Totalnya ada 14 orang yang tersebar dari berbagai negara. Seperti Malaysia, Kolombia, India, Jepang, Chile dan Hongkong,” ungkapnya.
Onny menyebut, Bantengan Nuswantara Trance sudah rutin digelar sejak 2008 silam. Artinya sudah 17 tahun Kota Batu sudah mampu merawat budaya tersebut. Bahkan peminatnya cukup berkembang pesat dari tahun ke tahun.
Tak pelak, jika kesenian tersebut telah dinobatkan sebagai warisan budaya tak terhingga. “Bahkan, seni bantengan juga telah dikenalkan dalam Osaka World Expo 2025,” beber Mantan Kepala Diskominfo itu.
Dengan bergulirnya event rutinan tersebut, Onny berharap seni bantengan makin diminati. Terlebih di tengah era modernisasi seperti saat ini tak memudarkan filosofi khas Kota Batu tersebut.
Lebih lanjut, Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, pertunjukan seni tersebut dapat menjadi sarana silaturahmi para pelaku Bantengan di Jawa Timur. Namun. Di saat yang sama juga sebagai hiburan untuk masyarakat dan wisatawan. "Terbukti acara Bantengan Nuswantara ini selalu ditunggu-tunggu setiap tahun," ucapnya.
Cak Nur mengaku kagum dengan pertunjukan bantengan tahun ini yang berjalan cukup tertib. Itu berkat kekompakan, kolaborasi, dan komitmen yang tinggi untuk memajukan kebudayaan Kota Batu. "Semoga ke depannya, Bantengan Nuswantara Trance terus menjadi ikon Kota Batu sebagai jujugan kota wisata dan budaya," ujarnya. (ori/lid)
Editor : Kholid Amrullah