BATU - Suasana halaman Balai Kota Among Tani Batu tampak berbeda kemarin (1/9). Tak ada apel pagi yang rutin digelar setiap hari Senin. Para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu juga tampak tak mengenakan seragam khaki seperti biasanya. Mereka mengenakan pakaian serba putih.
Apel pagi diganti dengan kegiatan doa bersama. Itu merupakan ekspresi duka dan kesedihan para Aparatur Sipil Negara (ASN) atas rentetan peristiwa aksi demonstrasi yang pecah di beberapa daerah. Bahkan yang membuat miris yakni jatuhnya korban jiwa. Dalm agenda doa bersama itu, para pegawai juga mengirim doa khusus untuk Affan Kurniawan.
Kematian pemuda yang berprofesi sebagai driver ojek online (ojol) di Jakarta itu semakin menambah amarah publik. Pasalnya, ia tewas dilindas kendaraan taktis (rantis) pada 28 Agustus lalu. Dalam posisi duduk bersama, pegawai Pemkot Batu juga memanjatkan doa bagi semua korban yang gugur dalam aksi demonstrasi di berbagai daerah.
Setelah itu, juga ada peletakan mawar putih di depan foto almarhum Affan Kurniawan. Itu sebagai simbil duka cita mendalam dari para ASN di sana. Wali Kota Batu Nurochman juga membacakan deklarasi damai yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kondusivitas. Dia meminta agar warga tidak terprovokasi untuk bertindak anarki.
“Kami ikut berduka atas enam korban yang kehilangan nyawa dalam proses penyampaian aspirasi,” ungkap Cak Nur. Pihaknya akan menggelar kembali doa bersama untuk memeringati tujuh hari meningggalnya korban di Rumah Dinas Wali Kota Batu pada hari ini (2/9). Lebih lanjut, dia menyampaikan langsung mengadakan rapat koordinasi.
Yang dibahas adalah kebijakan untuk menghadapai situasi saat ini dan potensi gangguan keamanan. Termasuk juga strategi untuk menjaga kondusivitas Kota Batu. Pria asal Desa Sumberejo itu telah memerintahkan Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mengimbau ASN untuk tidak mengenakan atribut ASN dan mobil dinas.
Hal itu juga sebagai bentuk evaluasi diri para ASN agar senantiasa tampil sederhana. Orang nomor satu di lingkungan Pemkot Batu itu menekankan refleksi atas kebijakan yang benar-benar menyentuh masyarakat. Khususnya dalam menjaga perilaku dan perkataan yang tidak menyinggung publik.
Lebih lanjut, Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata menegaskan komitmennya untuk menjaga ketat kondusivitas beberapa hari ke depan. Termasuk memantau potensi aksi dan provokasi oknum dari luar daerah. “Sejauh ini belum ada pengajuan izin keramaian atau aksi yang kami terima. Namun kami harus tetap waspada,” terang dia.
Geografis Kota Batu yang berdekatan dengan zona merah kericuhan menjadi atensi Polres Batu. Dirinya mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi. Dengan begitu, sinergitas menjaga kondusifitas Kota Batu bisa berjalan baik. Sesuai dengan arahan, untuk menindak tegas siapapun pembuat kerusuhan. (ori/dre/adv)
Editor : A. Nugroho