Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pemkot Batu Janji Rehab Stadion Brantas Tahun Depan

A. Nugroho • Sabtu, 27 September 2025 | 23:00 WIB

SEGERA DIREHABILITASI: Kondisi Stadion Gelora Brantas tampak sepi kemarin (26/9).
SEGERA DIREHABILITASI: Kondisi Stadion Gelora Brantas tampak sepi kemarin (26/9).
 

BATU - Wacana rehabilitasi Stadion Gelora Brantas mencuat lagi. Setelah gagal terealisasi tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) memperbarui janji untuk merehabilitasi stadion tersebut tahun depan. Biayanya bakal dianggarkan melalui APBD 2026. Ada rencana pula untuk meminta bantuan biaya dari pemerintah pusat melalui APBN 2026 mendatang.

Ya, Pemkot Batu gagal merealisasikan rencana rehabilitasi Stadion Gelora Brantas tahun ini. Padahal sudah ada anggaran sebesar Rp 200 juta yang dialokasikan. Proses rehabilitasi terganjal pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Sebab, stadion tersebut menjadi salah venuenya. Sehingga rehabilitasi hanya dilakukan dalam skala kecil. Misalnya dengan pengecatan ulang tembok stadion.

Padahal masalah yang paling urgen yakni terkait kondisi rumput yang dinilai tidak layak dan tidak terstandardisasi. Wali Kota Batu Nurochman menegaskan komitmennya untuk memberikan fasilitas yang layak bagi para atlet. Salah satunya dengan memberikan sarana latihan yang layak. Termasuk dengan melakukan rehabilitasi stadion yang dipastikan akan dimulai 2026 nanti.

Dia menilai fasilitas penunjang yang layak dan berkualitas bisa mendongkrak prestasi dan motivasi para atlet. “Fasilitas nanti sekaligus disiapkan untuk event olahraga standar nasional dan internasional,” ujarnya.

Rencana rehabilitasi itu selaras dengan tujuan pria asal Desa Sumberejo, Kecamatan Batu itu untuk membangun sport tourism center pada 2027 mendatang. Orang nomor satu di Kota Batu itu juga berharap proyek rehabilitasi yang akan dijalankan tahun depan bisa berjalan sesuai rencana dan tepat waktu.

Sebelumnya, Direktur Teknik Asosiasi Provinsi (Aprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim Joko Susilo menilai kondisi rumput di Stadion Gelora Brantas tidak memenuhi Standard Operational Procedure (SOP). “Rumput di sana kurang rata sehingga tidak bisa dijadikan venue sepak bola,” ungkapnya.

Joko mengungkapkan tekstur rumput yang tidak rata membuat pergerakan bola terhambat. Akibatnya, pemain kesulitan mengendalikan laju bola saat pertandingan. Itu juga berpotensi membuat pemain terjatuh dengan risiko cedera bahaya. Mantan Pelatih Arema FC itu mengaku banyak menerima keluhan dari atlet luar daerah saat bertanding di sana.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu Arief As Shiddiq memastikan proses rehabilitasi bakal dikerjakan dalam waktu dekat. Saat ini, pihaknya mengaku sedang melakukan review terhadap Detail Engineering Design (DED) stadion tersebut sebelum masuk tahap konstruksi.

“Kami periksa sekaligus melakukan validasi dokumen perencanaan secara teknis agar sesuai dengan standar maupun regulasi,” jelasnya. Proses identifikasi itu juga mencakup kebutuhan perubahan, meminimalkan risiko kegagalan proyek, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Selain itu, Mantan Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) itu menegaskan ada dua opsi pendanaan rehabilitasi Stadion Gelora Brantas. Yakni melalui APBD 2026 secara penuh dan melalui bantuan sebagian dari APBN 2026. “Selama prosesnya kami juga akan terus melibatkan KONI untuk menilai kurang lebihnya,” pungkasnya. (ori/dre/adv)

Editor : A. Nugroho
#Pemerintah Kota (Pemkot) #wali kota batu #Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) #rehabilitasi #pemkot batu