BATU - Sepanjang Jalan Ksatrian Pusdik Arhanud, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu dipadati warga kemarin (5/10). Mereka tengah menyaksikan beberapa alat sistem persenjataan (alutsista) diarak para TNI dalam peringatan HUT Ke-80 TNI di Kota Batu. Parade alutsista yang bertajuk Festival Tabebuya Pendem dan Parade Alutsista TNI 2025 itu akan berlangsung pada Sabtu (4/10) hingga hari ini (6/10) mendatang.
Menariknya, festival tersebut berlangsung di bawah mekarnya bunga tabebuya di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo. Tak hanya memamerkan keindahan tabebuya, pengunjung juga disuguhkan pameran alutsista. Beberapa alutsista dari berbagai negara bisa dinikmati para pengunjung hingga berinteraksi langsung dengan para prajurit.
Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto mengatakan, festival tabebuya rutin digelar setiap tahun juga untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Batu ke-24. Acara tersebut menjadi tonggak penting dalam pelestarian seni budaya lokal hingga daya tarik wisata (DTW) tematik di Desa Pendem. “Bahkan, kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.
Onny menyebut, bunga tabebuya hanya mekar pada bulan September hingga Oktober menjadi sejarah penting. Setidaknya ada 500 pohon tabebuya yang mekar indah setiap tahun. Dengan potensi itu, dirinya berharap dapat menggaet wisatawan di momentum kemekaran bunga tersebut.
“Peringatan ini juga dilengkapi dengan wahana edukasi militer yang membuat acara semakin lengkap,” paparnya. Hal itu diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung masyarakat, terutama generasi muda dalam mengenal pertahanan negara.
Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu itu berharap festival itu terus berkelanjutan. Sehingga, sinergi antara TNI dan Pemkot Batu lebih erat dan saling melengkapi ke depannya. “Termasuk berperan aktif dalam meningkatkan angka kunjungan wisata,” tegas Onny.
Lebih lanjut, Kepala Desa Pendem Tri Wahyuono Efendi menambahkan, kegiatan festival budaya tak hanya sekadar hiburan. Namun juga memberikan jamuan kepada masyarakat dengan beberapa layanan. “Seperti cek kesehatan gratis hingga beberapa lomba untuk siswa dan video konten,” ujarnya.
Sayangnya, Tri menyebut jika kondisi bunga tabebuya saat pelaksanaan Festival Tabebuya tidak bisa mekar sempurna seperti tahun lalu. Hal itu lantaran kondisi cuaca di Kota Batu beberapa waktu terakhir kurang menentu. “Tapi alhamdulillah antusiasme tetap tinggi dan ramai hingga akhir acara,” tandas dia. (ori/lid)
Editor : Kholid Amrullah