Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Retribusi Parkir Pasar Induk Masih Rp 2,95 Miliar

A. Nugroho • Minggu, 30 November 2025 | 19:35 WIB
DILENGKAPI WATER BARRIER: Seorang pengunjung memasuki area parkir Pasar Induk Among Tani melalui smart gate parking beberapa waktu lalu.
DILENGKAPI WATER BARRIER: Seorang pengunjung memasuki area parkir Pasar Induk Among Tani melalui smart gate parking beberapa waktu lalu.

BATU - Pendapatan retribusi parkir Pasar Induk Among Tani masih jauh dari target. Hingga pertengahan November ini capaiannya baru menyentuh Rp2,95 miliar atau 48,33 persen dari target tahun ini sebesar Rp 6 miliar. Realisasinya hanya naik sekitar Rp 450 juta dari capaian pada akhir Oktober lalu sebesar Rp 2,5 miliar.

Kepala UPT Pasar Induk Among Tani Gadis Dewi Primandhasari menyebut rendahnya pendapatan disebabkan pengendalian arus kendaraan yang belum optimal. Celah di area palang parkir kerap dimanfaatkan pengendara untuk keluar tanpa melakukan pembayaran.

“Palang belum menutup penuh sehingga masih ada kendaraan yang menerobos,” ujarnya.

Celah tersebut membuat pendapatan harian sering tidak sesuai potensi. Terutama pada jam sibuk ketika petugas harus membagi fokus. Situasi ini berdampak pada akumulasi pendapatan bulanan. Meski capaian masih di angka Rp 2,9 miliar, Gadis tetap melihat peluang melampaui realisasi 2024 yang mencapai Rp 3,5 miliar.

“Optimisme itu berasal dari tren dua bulan terakhir. Oktober hingga pertengahan November kami bisa mengumpulkan sekitar Rp400 juta,” ungkapnya.

Sisa waktu sekitar satu bulan dinilai cukup untuk menambah pendapatan. Apalagi menjelang akhir tahun ketika aktivitas belanja masyarakat biasanya meningkat.

Kunjungan yang naik berpotensi mendorong pendapatan parkir. Asalkan kebocoran bisa ditekan.

Gadis juga mengaku sedang memperketat pengawasan di pintu masuk dan keluar serta melakukan penyesuaian teknis. Termasuk pemasangan water barrier untuk menutup celah di samping palang. Gadis menilai pembenahan fasilitas parkir khususnya palang otomatis yang lebih responsif dan menutup sempurna menjadi kebutuhan mendesak untuk memaksimalkan pendapatan. “Evaluasi dan koordinasi terus kami lakukan agar sistem parkir semakin kuat dan pendapatan lebih optimal, pungkasnya. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#batu #Parkir #Retribusi