BATU - Permintaan pasar internasional untuk bunga dan tanaman hias dari Kota Batu khususnya tanduk rusa cukup besar. Setiap bulan, setidaknya ada 500-1.000 tanaman yang diekspor ke luar negeri. Mulai ke Taiwan, Thailand, Rusia, Jepang, Republik Ceko, dan beberapa negara Eropa.
Pemilik CV Anggora Nursery, Dhimas Galang Anngoro mengatakan perusahaannya mengekspor minimal 500 tanaman setiap bulan ke berbagai negara. Permintaan dari Taiwan paling besar.
Dia menjelaskan selain memanen dari kebun sendiri, CV Anggora Nursery juga mengambil pasokan tanaman dari petani lokal di berbagai daerah di Jawa Timur. Rentang harga ekspor cukup luas. Mulai dari sekitar 10 dolar AS atau ± Rp167 ribu hingga 467 dolar AS atau ± Rp28 juta per tanaman. Bergantung padajenis dan ukuran.
Meski permintaan tinggi, proses ekspor tidak sederhana. Sebelum dikirim, setiap kiriman harus melalui prosedur karantina di Balai Karantina Pertanian Kabupaten Malang.
Hal itu dilakukan untuk memperoleh Sertifikat Fitosanitari (Phytosanitary Certificate). “Prosesnya panjang mulai pengecekan kondisi tanaman, pemeriksaan media tanam, pengujian laboratorium terkait hama dan penyakit, lalu perlakuan khusus dan pengasapan sesuai standar negara tujuan,” kata Galang saat ditemui di greenhousenya.
Selanjutnya, petugas karantina melakukan verifikasi akhir sebelum sertifikat diterbitkan. Itulah mengapa pesanan tidak bisa dikirim dalam tempo singkat.
Ada jeda waktu untuk pemenuhan standar kesehatan tanaman. Galang menambahkan faktor musiman turut memengaruhi permintaan. Saat musim dingin di negara tujuan, pembelian biasanya mengalami penurunan. Volume ekspor akan naik kembali setelah musim dingin berakhir.
Kendati demikian, keberadaan satu eksportir utama jenis tanduk rusa di Kota Batu menandakan peluang sekaligus risiko. Ketergantungan pada satu entitas membuat rantai pasok lokal rentan terhadap gangguan.
Misalnya keterlambatan sertifikasi, fluktuasi permintaan, atau kendala logistik. Di sisi lain, pengelolaan mutu dan kepastian prosedur karantina menjadi kunci agar produk sampai dalam kondisi baik dan memenuhi regulasi impor negara tujuan.
Galang menegaskan komitmennya menjaga standar agar mutu dan survival tanaman terjaga selama perjalanan. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho