KOTA BATU - Angin kencang membuat lima pohon di kawasan Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Temas tumbang, semalam (4/3). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.15 WIB. Sebelumnya, di tengah cuaca ekstrem yang melanda, sudah banyak ranting beterbangan.
Suara ribut amukan angin juga sempat membuat warga dan wisatawan yang sedang berkendara panik. Beberapa memilih menepi. Namun tak sedikit yang tetap melanjutkan perjalanan.
Hari makin malam, namun angin kencang tak kunjung mereda. Hingga akhirnya, kraaak! Sejumlah pohon trembesi tumbang bersamaan.
“Ada empat pohon di sisi kanan jalan dan satu pohon di sisi kiri jalan,” beber Wahyu, warga Kelurahan Temas.
Pohon yang masing-masing bertinggi 5 meter itu tumbang dan melintang di badan jalan. Alhasil, situasi itu memacetkan arus lalu lintas setempat.
Apalagi, lokasinya berada di salah satu jalur utama menuju pusat Kota Batu yang memang sedang padat-padatnya. Beruntung tak sampai mengakibatkan korban jiwa.
Proses evakuasi pun sempat terhambat lantaran listrik padam. Petugas BPBD Kota Batu bersama relawan setempat langsung bergerak cepat melakukan evakuasi menggunakan gergaji mesin. Mereka berusaha memotong dan memindahkan batang yang melintang agar jalur kembali normal.
Atap Markas Damkar Batu Ambruk
Cuaca ekstrem yang melanda Kota Batu semalam juga benar-benar menguji kesiagaan personel pemadam kebakaran (damkar). Ironisnya, di saat petugas berjibaku menangani bencana di luar, rumah mereka sendiri justru turut menjadi korban.
Atap markas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu dilaporkan ambruk diterjang angin kencang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.15 tersebut menyebabkan satu unit mobil tangga milik dinas tertimpa material atap. Kondisi kerusakan armada vital tersebut belum bisa dipastikan secara detail karena masih tertimbun reruntuhan.
Kabid Pencegahan Damkarmat Kota Batu, Santoso Wardoyo, menyebut faktor cuaca menjadi penyebab tunggal, mengingat kondisi fisik bangunan sebenarnya masih dalam keadaan prima.
"Kondisi bangunan sebenarnya masih bagus. Namun, karena embusan angin malam ini memang sangat kencang, konstruksi atap tidak sanggup menahan beban dan akhirnya ambruk," ungkapnya.
Situasi di lapangan semakin pelik lantaran peristiwa tersebut terjadi saat intensitas laporan bencana sedang memuncak. Akibat rentetan angin kencang sejak sore, tim Damkarmat harus membagi fokus ke banyak titik sekaligus.
"Kami masih fokus melakukan evakuasi di sejumlah titik lain. Malam ini (kemarin, Red) laporannya beruntun, mulai dari pohon tumbang, kebakaran, hingga evakuasi ular di pemukiman warga," tambahnya.
Meski markas sendiri mengalami kerusakan, Santoso memastikan pelayanan kedaruratan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal. Petugas masih terus bersiaga 24 jam di tengah potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlanjut hingga esok hari. (dia/ori)
Editor : A. Nugroho