Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

50 Kontingen Meriahkan Ngarak Banteng Empu Supo Ke-18, Jalur Utama Songgoriti Ditutup, Ribuan Pengunjung Padati Lokasi

Rori Dinanda Bestari • Senin, 22 Juni 2026 | 14:50 WIB
50 Kontingen Meriahkan Ngarak Banteng Empu Supo di Songgoriti, Senin (22/6). (Rori Dinanda Bestari/Radar Malang)
50 Kontingen Meriahkan Ngarak Banteng Empu Supo di Songgoriti, Senin (22/6). (Rori Dinanda Bestari/Radar Malang)

BATU, RADAR MALANG – Gelaran Ngarak Banteng Empu Supo ke-18 memadati kawasan wisata Songgoriti, Kota Batu, Minggu (22/6). Sebanyak 50 kontingen bantengan dari berbagai daerah ambil bagian dalam kirab budaya memperingati Bulan Sura, sehingga jalur utama menuju Songgoriti ditutup sementara dan arus kendaraan dialihkan.

Tingginya antusiasme masyarakat membuat kawasan Songgoriti dipenuhi ribuan pengunjung sejak siang. Selain warga Kota Batu, penonton juga datang dari sejumlah daerah di Malang Raya maupun luar wilayah untuk menyaksikan salah satu agenda budaya terbesar di Kota Batu tersebut.

Jalur Utama Songgoriti Ditutup Selama Kirab Budaya

Penutupan dilakukan karena rombongan kirab menggunakan badan jalan sepanjang sekitar 2,5 kilometer. Arak-arakan dimulai dari kawasan The Onsen Hot Spring Resort Songgoriti dan berakhir di panggung utama kawasan Candi Songgoriti.

Selama kegiatan berlangsung, akses utama menuju Songgoriti melalui gapura utama ditutup bagi seluruh kendaraan bermotor. Arus lalu lintas dari arah Alun-Alun Kota Batu maupun Pujon dialihkan melalui jalur alternatif, yakni melewati gapura samping SPBU Songgokerto.

Baca Juga: Bantengan Putra Mandala Siap Hebohkan Sengkaling

Kontingen Datang dari Malang Raya hingga Luar Daerah

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan kepadatan pengunjung dipicu kehadiran puluhan kontingen yang berasal dari berbagai wilayah.

Selain dari Malang Raya, peserta juga datang dari Kediri, Blitar, Jombang, Trenggalek, Mojokerto, hingga kawasan Tengger. Kehadiran mereka menjadikan Ngarak Banteng Empu Supo sebagai salah satu festival budaya terbesar di Kota Batu.

“Setiap tahun animo penonton selalu tinggi. Tidak hanya dari warga lokal, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Pujon, Ngantang hingga Kasembon,” ujarnya.

Baca Juga: Perkenalkan Warisan Batik Bantengan, ASTRA Infra Gelar Membatik Bersama di Desa Sejahtera Astra Bumiaji

Rekayasa Lalu Lintas Disiagakan di Sejumlah Titik

Untuk mengantisipasi kemacetan, panitia bersama petugas gabungan menempatkan personel di sejumlah titik penyekatan. Langkah tersebut dilakukan agar pengalihan arus lalu lintas berjalan efektif selama kirab berlangsung.

Onny berharap masyarakat dapat mendukung kelancaran acara dengan mematuhi rekayasa lalu lintas yang telah diterapkan.

"Kerja sama para pengendara untuk mematuhi jalur alternatif sangat kami harapkan agar kegiatan berjalan lancar," pungkasnya.+

Editor : Aditya Novrian
#Ngarak Banteng Empu Supo #Bulan Sura #Rekayasa lalu lintas #Kota Batu #songgoriti