BATU, RADAR MALANG – Sebuah unggahan di media sosial Threads menjadi perbincangan warganet setelah memuat dugaan praktik tidak higienis yang dilakukan oleh seorang penjual wedang ronde di kawasan Alun-Alun Kota Batu. Unggahan tersebut viral dan memicu beragam reaksi, termasuk dari mantan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.
Hingga berita ini ditulis, informasi tersebut berasal dari unggahan akun media sosial dan belum ada keterangan resmi dari pedagang yang bersangkutan maupun instansi terkait. Karena itu, dugaan tersebut masih menunggu klarifikasi dari semua pihak.
Wisatawan Mengaku Memergoki Dugaan Praktik Tidak Higienis
Unggahan berasal dari akun Threads @eggieeew yang menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Alun-Alun Kota Batu pada 18 Juli 2026.
Ia mengaku membeli beberapa mangkuk wedang ronde bersama rombongannya di sebuah gerobak yang berada di bawah gapura kawasan alun-alun. Awalnya, tidak ada hal yang dianggap janggal selama mereka menikmati hidangan tersebut.
Namun setelah selesai makan, pemilik akun mengaku secara tidak sengaja melihat penjual mengumpulkan sisa kuah dari mangkuk pembeli lain sebelum menuangkannya ke dalam sebuah panci.
Baca Juga: Setelah Dirazia Pekan Lalu, PKL Liar Kembali Penuhi Kawasan Alun-Alun Kota Batu
"Beli ronde, gak ada yang aneh selama kami nikmati ronde tersebut. Ketika kami udah selesai dan lagi asik ngobrol, gue gak sengaja liat si ibu penjual ronde ini merapikan sisa-sisa kuah ronde pembeli lain jadi satu mangkok, kemudian dimasukin ke panci," tulis akun tersebut.
Awalnya ia menduga panci tersebut digunakan sebagai tempat pembuangan. Namun setelah mengamati lebih lanjut, ia menduga panci itu merupakan wadah kuah jahe yang masih digunakan untuk melayani pembeli berikutnya.
Ia juga mengaku melihat sisa kuah dari mangkuk miliknya dimasukkan kembali ke dalam panci. Bahkan, menurut pengakuannya, sisa isian ronde seperti kacang dan pacar cina diambil menggunakan tangan.
"Sisa kuah ronde kami dimasukin lagi ke panci. Bahkan sisa isian rondenya dia ambil pake tangan, kayak kacang dan pacar cinanya," tulisnya.
Warganet Mengaku Pernah Melihat Kejadian Serupa
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar ribuan pengguna media sosial. Sebagian besar mengaku terkejut dan menyayangkan dugaan praktik yang dinilai tidak memenuhi standar kebersihan makanan.
Salah satu akun lain, @thaaa___14, bahkan mengaku pernah melihat kejadian yang disebut serupa di lokasi yang sama.
"Akhirnya ada yg up kasus ini. Dulu waktu ke Alun-Alun Batu aku ga beli angsle-nya sih, cuma mengamati dari jauh karena mau beli maju mundur. Ternyata apa yg aku lihat sama persis dengan yg dialami kakaknya. Dia ngumpulin sisa-sisa angsle dari orang yang udah selesai makan, habis itu dimasukin ke wadah lagi untuk dijual," tulis akun tersebut.
Meski demikian, kesaksian tersebut juga merupakan klaim yang disampaikan melalui media sosial dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Dewanti Rumpoko Minta Pedagang Diedukasi
Ramainya unggahan tersebut turut mengundang perhatian mantan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Melalui kolom komentar, ia menyampaikan keprihatinannya dan berharap ada tindak lanjut berupa pembinaan kepada pedagang.
"Ya Allah, malu saya sebagai orang yang sangat bangga dengan wisata di Kota Batu. Saya sampaikan ke dinas ybs supaya bisa ditegur dan diedukasi. Terima kasih informasinya kak, maafkan ya kak," tulis Dewanti.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut aspek kebersihan pangan dan citra pariwisata Kota Batu yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.
Radar Batu masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pedagang yang disebut dalam unggahan tersebut serta meminta tanggapan dari Pemerintah Kota Batu dan instansi terkait mengenai dugaan tersebut. Apabila telah ada klarifikasi resmi, berita ini akan diperbarui sesuai perkembangan terbaru.
Editor : Aditya Novrian