BATU - Eksistensi buah apel di Kota Batu semakin lama kian merosot. Buktinya, pedagang zona apel di Pasar Induk Among Tani rata-rata sudah tidak mengambil buah apel dari Kota Wisata Batu. Tetapi mereka mengambil apel dari Nongkojajar, Pasuruan sejak lima tahun lalu.
Salah satu pedagang buah apel bernama Nanik Damir menjelaskan, "Saya selalu ambil apel dari Nongkojajar, Pasuruan. Soalnya kalau musim hujan kualitas produk apel Batu pasti jelek dan cepat membusuk," tutur warga asal Kelurahan Temas ini.
Menurutnya, ukuran buah apel dari Nongkojajar lebih besar. "Misalnya gini, apel Batu harganya Rp 10 ribu per kilogram. Sedangkan, apel asal Nongkojajar Rp 11 ribu. Bedanya hanya Rp seribu tapi kualitasnya sangat jauh," kata Nanik.
Sementara itu lanjut dia, saat ini kios apel di pasar induk sangatlah strategis. Sehingga, akses angkutan buah bisa lebih mudah daripada berada di Pasar Sayur. "Alhamdulillah, pasarnya sudah bagus. Para pekerja kuli angkutan buah juga kembali aktif. Biasanya setiap kuli mengangkat satu kardus buah apel sejumlah 60-70 kilogram," bebernya.
Terpisah, Pengamat Mutu Hasil Pertanian Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Jestro) Kota Batu Ir Sutopo M Si menjelaskan, sekarang banyak petani apel yang sudah beralih ke komoditas lain seperti jeruk dan sayur. "Sebelum tahun 70-an, harga antracol (obat penyemprot pembasmi hama) sekitar Rp 10 ribu. Namun, sekarang ini harganya melambung berkali-kali lipat sebesar Rp 110 ribu," tuturnya.
Kondisi tersebut belum termasuk harga pupuk yang semakin tinggi. Apalagi, pestisida sampai impor demi merawat kebun apel. Intinya, tahun 1998 sentra populasi apel menurun. Sehingga, diperlukan adanya peremajaan tanaman apel pada tahun 2000, 2004, dan 2006.
Sutopo mengatakan, peremajaan itu artinya mengganti tanaman yang tua agar kualitas apel tidak semakin menurun. Menurutnya, penyebab produksi apel menurun karena perubahan iklim, tanaman yang sudah tua, kualitas lahan, hingga alih fungsi lahan. "Sekarang karena alih fungsi lahan akhirnya apel tersisihkan. Lahannya dibuat perumahan, hotel, dan sebagainya," tandas dia. (ifa/lid).
Editor : Kholid Amrullah