Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tanda-tanda Kehamilan Dalam Bahaya, Bumil Wajib Tahu

Shuvia Rahma • Selasa, 1 September 2020 | 01:17 WIB
Latihan fisik yang tepat dapat membantu meningkatkan kesehatan ibu hamil dan janin. (Foto: Dinkes Kota Malang for Radar Malang)
Latihan fisik yang tepat dapat membantu meningkatkan kesehatan ibu hamil dan janin. (Foto: Dinkes Kota Malang for Radar Malang)
KOTA MALANG – Kesehatan selama masa kehamilan harus menjadi perhatian serius berbagai pihak. Dinas Kesehatan Kota Malang mendorong para ibu hamil dan keluarga untuk mengenali tanda-tanda bahaya pada kehamilan demi menghindari risiko keselamatan ibu dan calon bayi.

Kasi Kesehatan Keluarga (Kesga) Gizi Dinkes Kota Malang, dr Dyah Inarsih mengatakan, ada enam tanda bahaya kehamilan yang jika tanda tersebut muncul, ibu hamil harus segera dibawa ke puskesmas, rumah sakit, dokter, atau bidan untuk penanganan lebih lanjut.

Tanda tersebut adalah muntah terus dan tidak mau makan; demam tinggi; bengkak pada kaki, tangan dan wajah atau sakit kepala disertai kejang; janin terasa kurang bergerak dibandingkan sebelumnya; pendarahan pada hamil muda dan tua; dan air ketuban keluar sebelum waktunya.

“Ibu hamil harus peka dengan kondisi tersebut, termasuk suami dan anggota keluarga lain, sehingga lebih sigap untuk segera membawa ibu hamil ke pusat layanan medis terdekat, baik bidan ataupun puskesmas,” jelas Dyah.

Ia melanjutkan, masalah lain yang juga harus diwaspadai adalah jika ibu hamil demam, menggigil dan berkeringat; terasa sakit saat kencing atau keluar keputihan maupun gatal-gatal di daerah kemaluan; batuk yang tak kunjung sembuh atau lebih dari dua minggu, jantung berdebar atau nyeri dada; diare berulang; dan sulit tidur dan cemas berlebihan.

“Pemeriksaan dini untuk ibu yang mengalami gejala-gejala tersebut bisa meminimalisir risiko kesehatan sejak dini. Termasuk menekan angka kematian pada ibu dan anak,” tambah dia.

Dyah menjelaskan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Malang pada 2019, Angka Kematian Ibu di Kota Malang mencapai 70 per 100 ribu kelahiran hidup.

Angka kematian tersebut disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya karena preeklamsi berat (PEB) yang menyebabkan komplikasi mematikan baik untuk ibu maupun bayi. Penyebab lain adalah pendarahan dan infeksi.

“Untuk menekan angka kematian ibu dan anak, Dinas Kesehatan Kota Malang menggelar program Kelas ibu untuk para bidan. Melalui kegiatan tersebut, para bidan yang berada di 16 puskesmas. Harapannya mereka bisa membantu para ibu hamil meningkatkan pengetahuan terkait kesehatan kehamilan dan bayi, sehingga angka kematian ibu dan anak di Kota Malang bisa ditekan,” pungkas dia.

Editor : Shuvia Rahma
#tanda kehamilan dalam bahaya #JPRM #kesehatan. ibu hamil #dinkes kota malang #kesehatan ibu dan anak