Menurut pandangannya, masih banyak pasien ataupun keluarga yang belum patuh aturan kala ada pasien lakukan isolasi mandiri di rumah. Ada juga yang rumahnya belum memenuhi syarat sanitasi dan ventilasi yang baik, namun keluarga tetap memaksakan, akhirnya tertular semua.
"Direkomendasikan dari satgas pusat bahwa ada kluster dari presiden yang harus diwaspadai, yakni keluarga. Karena ada kemungkinan semula isolasi di rumah, namun sanitasi dan ventilasinya kurang cukup. Kemudian jika dari anggota keluarga tetap bersapa pada saat sarapan dan seterusnya, maka kemungkinan penyebaran di dalam rumah itu menjadi kewaspadaan baru,"paparnya.
Sehingga dia berpendapat, klaster-klaster di rumah ini yang harus diantisipasi dengan solusi. "Maka di mana mereka yang terkonfirmasi positif, harus langsung dibawa ke tempat isolasi. Tempat isolasi tidak semua harus berbasis rumah sakit," ujar dia.
Sehingga untuk gejala ringan dan sedang cukup dengan rumah sakit darurat lapangan. "Kami memberi contoh seperti di indrapura dengan kesembuhan 100 persen dan meninggal 0 persen, "terangnya.
Menyikapi hal ini, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyiapkan rumah sakit darurat lapangan. Di Kota Malang, lokasinya diproyeksikan ada di Poltekkes Kemenkes Malang, daerah Jalan Simpang Balapan Kota Malang.
"Di Kota Malang, itu sudah beberapa kali dr Kohar melakukan persiapan. Proses saat ini, kita minta ijin ke Kementerian Kesehatan, terkait koordinasi berapa tenaga kesehatannya, berapa dokter, perawat, sanitatian, jadi semua terlapor," tandas wanita berjilbab ini.
Pewarta : Errica Vannie
Editor : Shuvia Rahma