Info yang diterima Jawa Pos Radar Malang di lokasi, korban bernama Emanuel Tri Ariyanto, 34. Pria asal Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang tersebut ditemukan dalam kondisi kritis sesaat setelah menyayat tangan kirinya dengan sebilah cutter.
“Awal-awalnya korban sama keluarganya masih tidak apa-apa, istri datang ke Kalipare menanyakan BPKB motor korban yang akan mati pukul 11.00-an,” terang Kapolsek Klojen Kompol Fatkhur Rohman.
Namun demikian, semua berubah ketika pada pukul 16.00, istri korban yang diketahui bernama Sri Eni, 38, baru saja kembali dari Kalipare untuk mengurus perpanjangan BPKB. Disana, keponakan korban, Sepi Algyani, 28, dipanggil istri korban kedalam rumah dan menemukan korban mulai berbicara aneh. “Korban ini berkali-kali mengucapkan soal akan mati, korban juga mengambil cutter sambil diingatkan istighfar oleh istri,” tambahnya.
Sedikit mereda, korban pun masuk kedalam sebuah kamar dan saat itu pula, ia menyayat tangannya. “Tapi sehabis nyayat dia ketuk-ketuk pintu sambil mengucap Allah, Allah,” beber Fatkhur. Hal ini sontak membuat istri korban panik menuju kamar korban. “Saat dibuka sudah berlumuran darah tangannya,” ujar Fatkhur.
Emanuel yang dalam kondisi kritis kemudian dibawa ke IGD RS Hermina Tangkuban Perahu untuk menjalani perawatan. Info yang diterima Jawa Pos Radar Malang di lapangan, asal muasal korban melakukan bunuh diri ialah karena masalah keluarga. Terlebih, perkara asmara.
“Untuk penyebab masalah asmara itu belum ada keterangan, kami masih mencari tahu lagi,” tutup mantan Kapolsek Bululawang Polres Malang tersebut.
Pewarta: Biyan Mudzaky Hanindito Editor : Editor : Hendarmono Al S.