“Untuk sementara tidak (jadwal tidak berubah). Jadi kami berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk pengaturan umat yang datang maupun yang pulang agar sesuai dengan arahan gugus tugas,” terang Pastor Kepala Gereja Katedral Ijen Romo Immanuel Wahyu Widodo.
Beberapa ruas jalan yang ditutup di kawasan Ijen antara lain Jalan Pahlawan Trip, Jl Dempo, Jl Retawu, Jl Panderman, Jl Sindoro, Jl Semeru, Jl Lawu, Jalan Buring, Jl Merbabu, Jl Guntur dan Taman Merbabu. Dimana ruas-ruas jalan tersebut menjadi akses menuju Gereja Katedral Ijen.
Adapun jadwal ibadah Misa untuk hari Sabtu yaitu digelar pukul 16.30 WIB dan 18.30 WIB. Sedangkan hari Minggu dilaksanakan pukul 05.30 WIB, 07.30 WIB, 16.30 WIB dan 18.30 WIB. Romo Immanuel mengatakan meskipun demikian pihaknya melaksanakan aturan yang sedikit lebih ketat.
Para jemaat yang hendak melaksanakan Misa harus tepat waktu. Jika datang terlambat sedikit saja atau ketika Misa sudah dimulai, jemaat diminta untuk kembali untuk mengikuti ibadah secara streaming. “Biasanya yang terlambat itu kan bingung, jalan-jalannya ditutup semua,” jelasnya.
Selain itu juga pihaknya membatasi jumlah jemaat yang hadir menjadi lebih sedikit, 30 persen dari total kapasitasnya. Sehingga dalam satu kali ibadah Misa hanya ada 100 jemaat saja dengan menjaga jarak.
“Karena kapasitasnya kan 300-500, tapi sesuai dengan petunjuk gugus tugas hanya diisi 30 persen,” tutupnya.
Pewarta: Intan Refa Septiana Editor : Shuvia Rahma